13 Orang Diperiksa Terkait Kerusuhan Puger - Kompas.com

13 Orang Diperiksa Terkait Kerusuhan Puger

Kompas.com - 12/09/2013, 15:38 WIB
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Mimbar Masjid Ponpes Darus Sholihin rusak parah setelah dirusak massa, Rabu (11/9/13) kemarin.

JEMBER, KOMPAS.com - Hingga Kamis (11/9/13) siang, sudah 13 orang diperiksa di Polres Jember terkait kerusuhan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, yang menyebabkan tewasnya satu orang, serta rusaknya sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Darussolihin di desa tersebut.

Hal itu dikatakan Kapolda Jawa Timur, Irjen Polisi Unggung Cahyono, di Jember, Kamis siang. “Semuanya sudah dibawa ke Polres Jember untuk diperiksa sebagai saksi. Baik kasus perusakan maupun kasus penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia,” ujarnya.

Saat ini tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polres Jember, terus memeriksa ke-13 orang itu. “Kami terus melakukan pendalaman dan pengembangan” imbuh Unggung.

Hari ini polisi meringkus tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam, usai usai acara pemakaman korban kerusuhan, Eko Mardi Santoso (45). Aparat keamanan menjaga ketat rombongan pengiring jenazah yang berjalan pulang dari pemakaman, yang akan melewati Pondok Pesantren Darussolihin.

Mereka juga diperiksa satu per satu. Tiga orang di antara mereka kedapatan membawa senjata tajam. Ketiganya langsung digelandang ke Polsek Puger dengan pengawalan ketat. Dari tangan mereka, polisi menyita tujuh senjata tajam, yang terdiri dari celurit dan pedang.

Diberitakan sebelumnya, Eko merupakan korban tewas dalam kerusuhan yang pecah kemarin. Selain dia, dua orang lain mengalami luka parah dan masih dirawat di puskesmas setempat.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, bentrok berawal dari perayaan karnaval untuk memperingati 17 Agustus yang dilakukan simpatisan Pondok Pesantren Darussolihin pimpinan Habib Ali di Desa Puger Kulon. Sebenarnya, karnaval tersebut sudah dilarang oleh Muspika setempat karena khawatir memicu bentrok seperti yang terjadi tahun 2012 lalu.


Bahkan polisi sempat memasang barikade di jalan masuk dan keluar ponpes tersebut. Namun simpatisan ponpes memaksa menggelar karnaval dengan menjebol barikade tersebut. Saat pondok dalam keadaan sepi ditinggal karnaval, tiba-tiba sekelompok massa lain yang kontra karnaval, menyerang ponpes dan merusak sejumlah fasilitas seperti masjid dan bangunan lain.

EditorKistyarini
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X