Kompas.com - 12/09/2013, 04:43 WIB
Tampak pecahan kaca Masjid Ponpes Darus Sholihin Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Jember Jawa Timur, masih berserakan usai dirusak massa, Rabu (11/9/13) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoTampak pecahan kaca Masjid Ponpes Darus Sholihin Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Jember Jawa Timur, masih berserakan usai dirusak massa, Rabu (11/9/13)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JEMBER, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember meminta semua pihak yang terlibat dalam kerusuhan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, duduk bersama untuk membahas akar persoalan rusuh yang terjadi pada Rabu (11/9/2013).

"Tentu kami prihatin atas kejadian ini, apalagi sudah ada korban jiwa," kata Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum, yang datang ke lokasi kejadian, Rabu. Peristiwa ini, menurut dia, harus menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak agar tak terulang lagi.

Ulum mengaku akan mengundang semua pihak terkait, seperti kepolisian, kejaksaan, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), serta dua pimpinan kelompok yang bersengketa di Puger.

"Semuanya sangat memungkinkan karena kami sebelumnya sudah pernah duduk bersama terkait konflik di Puger ini, dan hasilnya saat itu sangat baik," imbuh Ulum. Dia pun meminta semua tokoh warga untuk mengimbau masyarakat tidak beraksi sendiri. Dia khawatir ada pihak lain yang memanfaatkan situasi dan memperkeruh suasana.

Diberitakan sebelumnya, satu orang ditemukan tewas menyusul kerusuhan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu. Korban tewas bernama Eko Mardi (45), warga Desa Puger. Selain korban tewas, dua orang juga luka parah dan masih dirawat di puskesmas.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, bentrokan berawal dari perayaan karnaval untuk memperingati 17 Agustus oleh simpatisan Ponpes Darus Sholihin pimpinan Habib Ali di Desa Puger Kulon. Saat ponpes dalam keadaan sepi ditinggal karnaval, tiba-tiba sekelompok massa lain yang menentang karnaval menyerang ponpes dan merusak sejumlah fasilitas.

Dalam serangan itu masjid dan fasilitas lain ponpes, termasuk 41 sepeda motor, dirusak massa. Eko ditemukan tewas di pantai, tak jauh dari lokasi ponpes.

Ketua panitia karnaval, Habib Isa, menyayangkan perusakan itu. Dia mempertanyakan polisi yang tidak bisa meredam kejadian tersebut. Dia meminta polisi untuk mengusut kasus tersebut.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. Untuk mencegah kerusuhan susulan, personel Brimob didatangkan dari Polda Jatim untuk menjaga ketat lokasi bentrokan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X