Baru Bebas, Residivis Narkoba Kembali Ditahan

Kompas.com - 11/09/2013, 20:13 WIB
Dua orang tersangka pengedar narkoba, masing masing berinisial FF dan HA saat berada diruang tahanan Polres Singkawang, Kalimantan Barat (11/9/2013) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANDua orang tersangka pengedar narkoba, masing masing berinisial FF dan HA saat berada diruang tahanan Polres Singkawang, Kalimantan Barat (11/9/2013)

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Pernah merasakan kehidupan mendekam di penjara ternyata tidak membuat jera dua orang pria berinisial FF (35) dan HA (25) kapok. Keduanya kembali ditangkap jajaran kepolisian Resor Singkawang karena kedapatan membawa sabu di jalan Lembah Murai, Kecamatan Singkawang Tengah, Singkawang, Kalimantan Barat, pada Senin (9/9/2013).

Salah satu tersangka, FF, bahkan baru merasakan sebulan lebih menghirup udara bebas, setelah dirinya mendapatkan pembebasan bersyarat pada pertengahan puasa lalu.

“Keduanya memang residivis, bahkan si FF, sudah pernah tiga kali ditangkap, pernah dikirim BNN tahun 2009 untuk menjalani rehabilitasi di Lido, sebelas bulan menjalani rehabilitasi, kembali lagi ke sini, eh malah masuk lagi," kata IPTU Prayitno, Kepala Satuan Anti Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Singkawang.

Keduanya ditangkap setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dari warga yang mencurigai aktivitas keduanya. Berdasar informasi tersebut, polisi kemudian memburu pelaku dan menjadikan salah satu dari mereka, HA, sebagai target operasi. Dari kedua tersangka, polisi mengamankan tiga paket sabu, alat penghisap, sejumlah uang, dan telepon genggam milik pelaku.

Dari pengakuan tersangka, mereka kembali menggunakan narkoba karena pengaruh pergaulan. Mereka juga mengaku mendapatkan barang tersebut dari Pontianak. “Dulu, tahun 2009 saya pernah dikirim ke Lido, sebelas bulan rehabilitasi di sana, kembali ke sini saya makai lagi, masuk penjara lagi. Ini hukuman yang paling lama, kena empat tahun, baru jalan tiga tahun enam bulan, saya bebas pas pertengahan puasa kemarin, sekarang masuk lagi," ujar FF kepada wartawan.

FF mengaku sudah menggunakan narkoba sejak tahun 1998, sementara HA sejak tahun 2008. Mereka mengaku badan mereka menjadi lemah jika tidak mengonsumsi narkoba. “Badan lemas, mau kerja pun jadi malas, sudah coba tahan tapi ndak kuat ” kata HA sambil menundukkan kepalanya. Keduanya kini berada di tahanan Polres Singkawang sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X