Kubu Khofifah Minta Soekarwo-Saifullah Didiskualifikasi

Kompas.com - 11/09/2013, 19:12 WIB
Khofifah Indar Parwansa (tengah) didampingi kuasa hukumnya, Otto Hasibuan (kanan), menggugat Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi terkait indikasi kecurangan pada Pemilihan Gubernur Jatim, Rabu (11/9/2013). KOMPAS.com/Rahmat FiansyahKhofifah Indar Parwansa (tengah) didampingi kuasa hukumnya, Otto Hasibuan (kanan), menggugat Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi terkait indikasi kecurangan pada Pemilihan Gubernur Jatim, Rabu (11/9/2013).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum pasangan cagub-cawagub Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, Otto Hasibuan, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Pihak Khofifah-Herman (Berkah) menuding pasangan nomor urut 1 tersebut menggunakan uang negara untuk mengondisikan Pilgub Jatim 2013 agar kemenangan berpihak padanya. "Kalau dia menggunakan uang negara untuk kemenangannya, maka dia harus didiskualifikasi," ujar Otto di Gedung MK, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Otto menilai pasangan petahana tersebut memakai anggaran negara yang jumlahnya mencapai hampir Rp 5 triliun sebagai kampanye, seperti dana hibah sekitar Rp 4,1 triliun, dana Badan Keuangan Daerah (BKD) Rp 903 miliar, dan dana bantuan sosial senilai Rp 77 miliar.

Menurut Otto, sejak tahun 2012 dana besar tersebut dipergunakan secara bertahap untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah. Otto menilai dari awal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim sudah berlaku diskriminatif terhadap kliennya, seperti formulir C1 yang tidak dilengkapi dengan foto pasangan Khofifah-Herman.

Selain itu, indikasi ecurangan sistematis tersebut adalah adanya TPS-TPS yang jumlah pemilihnya melebihi 100 persen. Berbagai indikasi kecurangan tersebut, lanjut Otto, tidak mungkin terjadi tanpa kekuatan modal ekonomi pasangan petahana yang bersumber dari negara.

"Semuanya ini perbuatan-perbuatan yang bisa memengaruhi suara ini karena ada doping," jelasnya.

Atas dasar itulah, kubu Khofifah-Herman menggugat KPU Jawa Timur melalui MK. Ia meminta MK mendiskualifikasi pasangan Karsa yang dianggapnya memperoleh suara secara tidak sah. "Kami meminta agar MK, pertama, membatalkan Soekarwo-Saifullah sebagai pemenang dan menyatakan urutan kedua (Berkah) sebagai pemenang. Kedua, setidak-tidaknya, melakukan perhitungan ulang tanpa mengikutsertakan pasangan yang melakukan kesalahan," katanya.

Seperti diwartakan, berdasarkan hasil rekapitulasi suara terakhir KPU Jatim Sabtu (7/9/2013), pasangan nomor urut 4, Khofifah Indar Parawansah-Herman Surjadi Sumawiredja mendapatkan 6.525.015 suara (37,62 persen). Pasangan ini diungguli pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf dengan perolehan suara 8.195.816 suara (47,25 persen).

Sementara itu pasangan jalur independen dengan nomor urut 2, Eggi Sudjana-M Sihat mendapatkan 422.932 suara (2,44 persen), dan pasangan nomor urut 3, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah memperoleh 2.200.069 suara (12,69 persen).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Regional
Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X