Kompas.com - 11/09/2013, 16:15 WIB
Warga Wringinanom Kabupaten Gresik Jawa Timur, Selasa (18/12/2012) memanen jamur tiram putih. Setiap satu kilogram dibeli pedagang Rp 10.000 per kilogram. Setiap satu bag log (botol untuk media budidaya) bisa dipanen hingga delapan kali. Setelah delapan kali petik diganti dengan yang baru, media yang lama digunakan untuk pupuk tananam. 

KOMPAS/ADI SUCIPTOWarga Wringinanom Kabupaten Gresik Jawa Timur, Selasa (18/12/2012) memanen jamur tiram putih. Setiap satu kilogram dibeli pedagang Rp 10.000 per kilogram. Setiap satu bag log (botol untuk media budidaya) bisa dipanen hingga delapan kali. Setelah delapan kali petik diganti dengan yang baru, media yang lama digunakan untuk pupuk tananam.
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com - Dinas Pertanian Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk pertama kalinya mengembangkan atau membudidayakan tumbuhan jamur tiram. Hal ini dilakukan dengan dasar iklim yang ada di Kolaka sangat cocok untuk pengembangan sayuran ini.

Menurut kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Kolaka, Dono Prasetyo, sebelum dikembangkan, sudah ada sejumlah petani yang berhasil membudidayakan tanaman tersebut.

"Jadi sebenarnya yang telah berhasil kita kembangkan sebelumnya itu adalah tanaman manggis, nah ini kita coba lagi jamur tiram. Pertama sudah ada petani di Kecamatan Baula yang berhasil budidayakan tanaman ini. Yang kedua iklim kita di Kolaka ini sangat cocok bagi pengembangan jamur tiram. Inilah sebagian alasan kenapa Dinas Pertanian berani budidayakan tumbuhan ini," ungkapnya, Rabu (11/09/2013).

Dia juga menambahkan, faktor lain yang mendukung budidaya jamur tiram di Kolaka adalah daya beli masyarakat. "Kalau kandungan gizi di dalam jamur tiram itu setara dengan kandungan gizi daging ayam. Dan yang paling mendukung adalah minat beli dan konsumsi masyarakat Kolaka yang cukup tinggi dengan tumbuhan ini. Makanya kami berani budidayakan tumbuhan ini," tambahnya.

Dinas Pertanian sendiri berusaha mengembangkan tanaman ini dalam jumlah yang banyak. Pasalnya permintaan pasar sudah melebar hingga keluar Kolaka. "Kami sudah lihat hasil produksi dari para petani dan itu bagus sekali. Jadi petani saat ini kewelahan untuk melayani pesanan dari dalam dan luar Kolaka. Ini akan jadi prospek yang besar bagi usaha para petani," tegasnya.

Untuk meningkatkan minat petani terhadap budidaya jamur tiram, kini Dinas Pertanian terus bersosialisasi. "Selain cara yang tepat untuk budidaya, kita jelaskan prospek ke depan usaha ini. Sekarang kami dalam tahap pengembangan untuk para petani yang mau kita bantu bibit jamur tiram ini," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X