Kompas.com - 10/09/2013, 20:17 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Eduardus Tanesib diperiksa oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu lantaran terkait kasus korupsi bantuan perumahan untuk 333 unit warga tak mampu yang disalurkan melalui Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten TTU pada tahun 2008 lalu.

Eduardus yang juga Ketua Komisi A DPRD TTU diperiksa selama tiga jam oleh Kepala Seksi Intelijen Yance Edly Wattimena di ruang kerjanya, Selasa (10/9/2013), dengan kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Robertus Nailiu yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD TTU.

"Kita periksa yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka Robertus Vinsen Nailiu, sejak pukul 9.30 Wita dengan 45 pertanyaan, dan akan dilanjutkan nanti karena saat ini saya akan mengikuti sidang kasus lain di pengadilan,” beber Yance. Menurut Yance, peran Eduardus saat itu sebagai konsultan pengawas dalam proyek tersebut

Ditemui secara terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu (Kejari), Didie Tri Haryadi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk mengetahui kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek tersebut.

"Jika hasil audit sudah ada, saya akan buat kebijakan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Penanganan kasus korupsi harus dilakukan secara profesional dan proporsional, agar tidak merugikan pihak manapun," kata Dedie.

Untuk diketahui, kasus itu bermula pada tahun 2008 lalu, Dinas Kesejahteraan Sosial TTU melelang proyek senilai Rp 5 miliar lebih untuk pembangunan 333 unit rumah sangat sederhana. Proyek itu dikerjakan Robertus Nailiu selaku kontraktor pelaksana dan Eduardus selaku konsultan pengawas proyek.

Kasus korupsi dana bantuan perumahan itu telah menyeret sejumlah pejabat di TTU, yakni anggota DPRD dari Fraksi Demokrat; Eduardus Tanesib, Robertus Nailiu, mantan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, Kabupaten TTU, Nikolaus Suni (dipenjara dua tahun), serta konsultan perencana, Mikael Moa (penjara dua tahun).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.