Besok, Sidang Sengketa Pilwali Kota Kediri di MK

Kompas.com - 10/09/2013, 17:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com — Pemilihan Wali Kota Kediri, Jawa Timur, resmi masuk ke persidangan di Mahkamah Konstitusi menyusul adanya gugatan dari pasangan nomor urut 4 Samsul Azhar-Sunardi (SAS) yang menemukan indikasi kecurangan di pemilihan yang berlangsung 29 Agustus 2013 lalu.

Zaenal Arifin, Komisioner KPU Kota Kediri mengatakan, surat panggilan dari MK sudah diterimanya beberapa hari lalu dengan jadwal sidang Rabu 11 September 2013. "Hari ini lima komisioner berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sidang gugatan di MK besok. Sidangnya jam 1 siang," kata Zaenal, Selasa (10/9/2013).

Zaenal menambahkan, pihaknya juga sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan sidang mulai dari pengacara serta beberapa bukti untuk mementahkan tudingan yang dituduhkan oleh pasangan SAS.

Sebelumnya diberitakan, Samsul Azhar yang juga petahana Wali Kota Kediri menemukan beberapa indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pilwali yang bersamaan dengan Pilgub Jatim itu sehingga membawa sengketa ke MK.

Ahmad Suryono, anggota kuasa hukum Samsul Azhar mengatakan, beberapa permasalahan pokok yang menjadi materi gugatan MK meliputi netralitas penyelenggara pilwali, kasus intimidasi yang menimpa saksi SAS, adanya penghilangan hak pilih warga, serta adanya politik uang.

"Beberapa masalah itu yang menjadi stressing utamanya," kata Suryono dalam sebuah kesempatan.

Pelaksanaan Pilwali Kota Kediri diikuti tujuh pasangan calon yang saling berebut kemenangan demi kursi tertinggi dalam pemerintahan Kota Kediri. Di antara ketujuh pasangan itu terdapat dua kandidat yang bersaing ketat, yaitu Samsul Azhar dan petahana Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Samsul Azhar yang berpasangan dengan Sunardi didukung oleh sejumlah partai besar, yaitu Partai Demokrat, PKS, PKNU, PDS, serta PKB. Adapun Abdullah Abu Bakar berpasangan dengan Lilik Muhibbah didukung oleh Partai PAN, Partai Gerindra, serta Partai PPNUI dengan mendapat nomor urut 6.

Seusai pencoblosan, keduanya sempat mengklaim kemenangan serta sempat melakukan pengerahan massa. Ketua KPU Jawa Timur sempat datang ke Kediri untuk melakukan pengawasan terhadap penghitungan ulang surat suara ditingkat PPS.

Pleno akhir penghitungan suara yang dilakukan KPU setempat pada Selasa 3 September 2013, pasangan Abdullah Abu Bakar unggul dengan perolehan suara sebanyak 45,09 persen dari Samsul Azhar yang mendapat 42,34 persen suara.

Gelombang protes dari kubu Samsul Azhar beberapa kali terjadi dalam bentuk unjuk rasa yang menyasar KPU maupun Panwaslu. Akibat kondisi yang dianggap rawan konflik itu, kepolisian setempat mendatangkan bantuan dari polres sekitar Kediri maupun dari Polda Jawa Timur.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X