Kompas.com - 10/09/2013, 11:54 WIB
Pedagang tempe merupakan salah satu korban dari naiknya harga kedelai dari imbas kenaikan harga dollar. Namun pedagang tempe tidak bisa berhenti begitu saja berdagang, mereka tetap berdagang dengan berbagai cara dalam menyiasati agar omset tetap stabil, Jakarta, Rabu (4/9/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPedagang tempe merupakan salah satu korban dari naiknya harga kedelai dari imbas kenaikan harga dollar. Namun pedagang tempe tidak bisa berhenti begitu saja berdagang, mereka tetap berdagang dengan berbagai cara dalam menyiasati agar omset tetap stabil, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
|
EditorKistyarini

PALU, KOMPAS.com —Komoditas kedelai di Palu, Sulawesi Tengah, harga per kilogramnya terus melambung. Dari Rp 8.000 per kilogram, kini harganya sudah menjadi Rp 11.000. Kenaikan ini membuat sebagian pedagang eceran tahu dan tempe mengurangi pembelian produk ini.

Salah satunya adalah Mulyadi. Ia terpaksa mengurangi order pembelian tahu tempe di pabrik. "Jadi, setengah mati juga kalau harga tahu tempe seperti sekarang ini. Banyak pembeli mengeluh. Karena mahal, terpaksa saya kurangi pembelian. Biasanya, saya belinya satu baskom, sekarang saya kurangi menjadi setengah," kata Mulyadi, Selasa (10/9/2013).

Harga saat ini, menurut Mulyadi, mencapai Rp 100.000 per baskom, dari harga sebelumnya hanya Rp 73.000. Ia berharap pemerintah segera menurunkan harga kedelai seperti sebelum kenaikan.

Salah seorang ibu rumah tangga, Alma Mokodompis (42), juga merasakan naiknya harga tahu dan tempe. "Kenapa sudah mahal begini ini tahu dan tempe. Jadi, susah juga kita. Apa-apa sekarang sudah naik," katanya singkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X