Kompas.com - 09/09/2013, 21:45 WIB
EditorKistyarini
PEKANBARU, KOMPAS.com — Delapan warga Riau yang berasal dari Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena dianggap telah menjadikan mereka korban atas ketidakpedulian pemerintah saat ini.

"Warga mengaku telah menjadi korban atas terjadinya perubahan iklim seperti musibah banjir, cuaca ekstrem, sehingga mengakibatkan berkurangnya penghasilan mereka sebagai nelayan," ujar Direktur Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Pekanbaru, Suryadi, di Pekanbaru, Senin (9/9/2013).

Untuk memuluskan niat itu, lanjutnya, mereka akan mendaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang terletak di Jalan Gajah Mada, Nomor 17, Jakarta Pusat. Kedelapan warga itu didampingi Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) dan Indonesia Centre Environmental Law (ICEL).

Kuasa hukum penggugat menilai, pihak tergugat yakni Presiden, Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, dan Gubernur Riau telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni menerbitkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di hutan alam dan lahan gambut.   

"Seharusnya areal hutan alam di kawasan hutan bergambut yang berada di hulu sungai dan rawa dengan ketebalan lebih dari tinggi tiga meter, harus tetap dipertahankan karena sesuai peraturan yang berlaku," katanya.

Salah satu kebijakan IUPHHK-HT yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan terdapat di salah satu kawasan lahan gambut di Riau yaitu di Semenanjung Kampar.

Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 26 Tahun 2008, hutan gambut yang terdapat dalam wilayah Semenanjung Kampar merupakan kawasan gambut yang dilindungi.

"Presiden ikut bertanggung jawab atas perbuatan dari Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup serta Gubernur Riau, yang memberikan izin secara serampangan kepada dunia usaha," jelas Suryadi.

Delapan warga yang melakukan gugatan itu dari Kabupaten Pelalawan yakni Nasir, Zaini Yusuf, Muhammad Yusuf, Luk Priyanto, Amran dan Basir sedangkan dua orang lagi dari Kabupaten Rokan Hilir yang bernama Azraid dan Tamidzi.

Penggugat memberi kuasa pada 20 Juli 2013 kepada Ulung Purnama SH, Nur Hariandi SH, MH, Edy Halomoan Gurning SH, Suryadi SH, dan Hotman Parulian Siahaan SH, serta para advokat yang tergabung dalam tim advokasi perubahan iklim Riau yang beralamat di Jalan Dempo II, Nomor 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Muhammad Yusuf, salah seorang penggugat mengatakan, dampak yang dialami berupa banjir minimal setahun sekali, kemudian tidak menentunya musim tanam, lalu sulitnya nelayan mencari ikan hingga meningkatnya hama yang mengurangi hasil produksi pertanian.

"Paling parah kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi tiap tahun yang asapnya mengganggu  kesehatan, sehingga kami tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari terutama dalam memeuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.