Tak Ada Pelayaran, Bahan Makanan Busuk di Pelabuhan

Kompas.com - 09/09/2013, 20:12 WIB
Kapal Sabuk Nusantara 27 yang biasa mengangkut barang dan penumpang menuju Pulau Masalembu, Sumenep. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANKapal Sabuk Nusantara 27 yang biasa mengangkut barang dan penumpang menuju Pulau Masalembu, Sumenep.
|
EditorKistyarini

SUMENEP, KOMPAS.com — Tidak adanya kapal yang berlayar menuju Pulau Masalembu, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, selama sepekan terakhir, menyebabkan beberapa bahan makanan yang hendak dikirim ke pulau terluar di Sumenep itu membusuk di Pelabuhan Kalianget.

Pedagang yang hendak mengirim makanan mengeluh karena mereka mengalami kerugian akibat membusuknya barang dagangan mereka.

Subairi, pedagang buah-buahan dan sayuran asal Pulau Karamian, mengatakan, pada 30 Agustus lalu ada kapal berlayar ke Masalembu mengangkut khusus penumpang. Dia mengira akan ada kapal lagi yang berangkat. Namun, sampai hari ini tidak ada yang berani berlayar lagi karena kondisi cuaca kurang bersahabat.

"Sebagian buah-buahan saya jual kembali ke beberapa warga di pelabuhan, namun ada juga yang membusuk dan tidak bisa diselamatkan," kata Subairi, Senin (9/9/2013).


Dijelaskan Subairi, barang-barang dagangannya tetap dibiarkan berada di dekat bersandarnya kapal. Hal itu untuk memudahkan pengangkutan ketika kapal datang dan berangkat ke Masalembu.

Barang-barang itu di antaranya kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, elpiji 3 kg, rempah-rempah, bawang putih dan bawang merah, serta gula pasir. Dia tidak khawatir barang-barang itu bakal membusuk. Namun, jika dibiarkan terlalu lama di udara yang panas, kata dia, barang-barang itu bisa rusak juga, terutama bawang merah dan bawang putih.

"Kalau belum ada kejelasan kapan kapal akan berlayar ke Masalembu, maka dagangan saya bisa rusak dan akan semakin bertambah rugi," ungkap Subairi.

Pihak Syahbandar Kalianget, Sumenep, sendiri belum memastikan kapan akan ada kapal berlayar ke Pulau Masalembu yang berangkat dari pelabuhan Kalianget. Empat hari yang lalu ada kapal menuju Masalembu, tapi keberangkatannya dari pelabuhan Tanjuk Perak, Surabaya. Biasanya sepekan sekali ada kapal yang berangkat dari Pelabuhan Kalianget menuju Masalembu.

“Tidak adanya kapal yang berlayar ke Masalembu karena cuaca di perairan Masalembu masih ekstrem. Ombak diperkirakan di atas 4 meter, jadi tidak ada yang berani mengangkut penumpang dan barang,” kata Fajar Sidik, petugas Syahbandar Kalianget.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X