Kompas.com - 09/09/2013, 16:41 WIB
Perajin tempe di Kabupaten Tasikmalaya, mengaku masih memaksakan produksinya, Senin (26/8/2013). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPerajin tempe di Kabupaten Tasikmalaya, mengaku masih memaksakan produksinya, Senin (26/8/2013).
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, meminta para perajin tahu dan tempe di wilayahnya untuk tidak menaikkan harga. Sebab persediaan kedelai di Kota Malang, masih mencukupi alias tidak langka.

"Kami mengimbau pada perajin tahu tempe, tidak menaikkan harga terlalu tinggi, walau harga kedelai naik. Perajin sebaiknya mengurangi ukuran sebagai solusi kenaikan harga kedelai," jelas Hadi Santoso, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Senin (9/9/2013).

Menurut Hadi, pemerintah Kota Malang, menjamin ketersediaan kedelai di wilayah Kota Malang. Sehingga kelangkaan makanan berbahan dasar kacang kedelai itu, tidak terjadi. "Kuota kedelai di Kota Malang masih mencukupi kebutuhan sebagain besar perajin tempe tahu," jelasnya.

Soal berapa jumlah perajin tahu tempe di Kota Malang, Hadi mengaku tidak memiliki data pasti. "Yang jelas kuota kedelai terpenuhi, walau pakai kedelai impor. Tapi ada juga kedelai dalam negeri. Di Kota Malang tidak ada masalah," tegasnya.

Ditanya soal harga, Hadi enggan menjawabnya. "Soal harga bukan wewenang kami. Karena yang menentukan harga adalah pasar," katanya singkat.

Sementara itu, Sri Untari, anggota DPRD Komisi B bidang perekonomian dan keuangan, Kota Malang, melihat kelangkaan kedelai dan mahalnya harga, pihaknya mengusulkan pada pemerintah pusat untuk mulai membudidayakan kedelai.

"Sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada kedelai impor. Kalau sudah bisa memproduksi kedelai sendiri, masyarakat tidak akan berpengaruh meski harga kedelai impor mengalami kenaikan," katanya.

Di Jawa Timur, tambah Untari, masih banyak daerah atau lahan yang berpotensi untuk ditanami kedelai. "Jika sudah mampu produksi sendiri, saya yakni tak akan kebingungan. Pemerintah pusat harus segera menyelesaikan masalah kedelai ini," harapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X