Tiwul, Ketahanan Pangan Warga Dusun Kalisonggo

Kompas.com - 09/09/2013, 15:00 WIB
Iroakad (70) menata singkong yang dijemur di halaman depan rumahnya di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhir September 2012 lalu. Singkong kering merupakan bahan baku utama pembuataan tiwul, makanan pokok pengganti beras.

KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTIIroakad (70) menata singkong yang dijemur di halaman depan rumahnya di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhir September 2012 lalu. Singkong kering merupakan bahan baku utama pembuataan tiwul, makanan pokok pengganti beras.
EditorKistyarini

Untuk membuat tiwul juga tidak dilakukan sendiri, tetapi bergotong-royong, setidaknya untuk mengupas singkong. Misalnya, saat itu 15 perempuan membantu Mbah Kasiyem. Lain waktu, jika ada warga lain yang membutuhkan bantuan, mereka akan membantu warga tersebut.

Tiwul tak hanya dimakan saat kemarau, tetapi sepanjang tahun. Tiwul saja atau tiwul yang dimasak dicampur beras disantap dengan lauk ikan asin bakar, sambal bawang, sayur daun singkong, atau bayam hasil kebun sendiri. Menu itu menjadi santapan favorit warga karena kebanyakan bercerita dengan mimik wajah penuh selera membayangkan paduan makanan ini.

”Dengan ada tiwul, kami bisa menghemat pengeluaran sebab tidak perlu masak beras banyak. Tiwul bisa dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua,” kata Marjinten (47), warga Kalisonggo yang merantau sebagai penjual bakso di Jakarta.

Tiwul adalah hasil kreasi masyarakat dalam mengolah singkong pada musim kemarau. Pangan menjadi isu penting, selain air bersih di daerah rawan kering. Kebiasaan makan tiwul di wilayah eks Keresidenan Surakarta bisa ditemui di desa-desa rawan kekeringan, seperti di Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri. Walaupun kemudian, sebagian warga meninggalkan kebiasaan itu ketika taraf hidup meningkat atau tiwul disantap saat kondisi ekonomi sudah benar-benar terdesak. Tiwul dimakan sebagai santapan klangenan (nostalgia) seperti di rumah makan di kota-kota.

Kepala Program Studi Agribisnis Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Solo Kusnandar menuturkan, kandungan karbohidrat tiwul sebenarnya tidak kalah dari beras sehingga bisa menggantikan beras sepenuhnya. Hanya perlu dilengkapi dengan lauk-pauk dan sayur lain yang bergizi, yang bisa bersumber dari pangan lokal. Sayangnya, tiwul dan aneka pangan lokal lain yang bisa menjadi alternatif pengganti beras, seperti sagu dan jagung, selama ini dipersepsikan salah sebagai pangan orang yang kekurangan.

”Beras punya kandungan lain selain karbohidrat, seperti vitamin B1. Namun, makan beragam jenis pangan, bukan hanya satu macam makanan lebih baik bagi tubuh kita. Misalnya, tidak selalu makan nasi, tetapi bisa diganti dengan singkong atau jagung,” kata Kusnandar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X