Sebulan Tertunda, Jenazah TKI dari Guyana Baru Tiba di Kampung Halaman

Kompas.com - 08/09/2013, 14:23 WIB
Jenazah Muh. Thalib Tahir, TKI asal Guyana Amerika serika yang menigal dunia karena kecelakaan kerja pertengahan ramadan lalu jenazahnya tiba di Polewali Mandar Minggu (8/9). Jenazah korban disambut tangis histeris kelurga dan tetangga yang sudha menunggu sejak tadi malam. KOMPAS.com/ JunaediJenazah Muh. Thalib Tahir, TKI asal Guyana Amerika serika yang menigal dunia karena kecelakaan kerja pertengahan ramadan lalu jenazahnya tiba di Polewali Mandar Minggu (8/9). Jenazah korban disambut tangis histeris kelurga dan tetangga yang sudha menunggu sejak tadi malam.
|
EditorCaroline Damanik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Setelah sempat tertunda selama lebih dari satu bulan lebih, jenazah tenaga kerja asal indonesia (TKI), almarhum Muhammad Thalib Tahir, yang meninggal dunia di Guyana di kawasan Amerika Selatan akhirnya tiba di kampung halamannya di Polewali Mandar, Minggu (8/9/2013). Jenazah disambut dengan tangis histeris sanak keluarga dan tetangga.

Suasana hening di rumah duka di Dusun Tappina, Kelurahan Mirring, Kecamatan Polewali Mandar, tiba-tiba pecah ketika sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di depan rumahnya. Istri dan empat anak-anak korban histeris saat jenazah Thalib digotong warga dari mobil ambulans menuju rumah duka.

Sulaena, istri korban bersama empat anaknya, tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan jenazah tokoh idola dalam keluarga mereka ini terbujur kaku di rumahnya. Bahkan, Sulaena sempat jatuh pingsan. Sementara itu, salah satu anaknya sempat histeris dan juga kehilangan kesadaran lantaran seolah tak percaya ayah yang menjadi panutan dan tumpuan harapan mereka telah tiada untuk selamanya.

Setelah disemayamkan beberapa saat di rumah duka, jenazah bapak empat anak ini langsung dishalatkan di sebuah masjid tak jauh dari rumah duka. Usai dishalatkan secara berjmaah, jenazah kemudian langsung dikebumikan di salah satu pekuburan yang berlokasi tak jauh dari rumah duka.

Almarhum Thalib meninggalkan tanah air menuju Guyana lebih dari setahun lalu. Dia bekerja sebagai operator mesin chainsaw di Toolsie Persaud Ltd., salah satu perusahan kayu ternama di Guyana.

Sulaena masih mengingat terakhir kali berbicara dengan suaminya melalui sambungan telepon pada awal bulan Ramadhan lalu. Dia dan anak-anaknya mengaku sangat gembira setelah mendapat telepon dari korban.

KOMPAS.com/ Junaedi Jenazah Muh. Thalib Tahir, TKI asal Guyana Amerika serika yang menigal dunia karena kecelakaan kerja pertengahan ramadan lalu jenazahnya tiba di Polewali Mandar Minggu (8/9). Jenazah korban disambut tangis histeris kelurga dan tetangga yang sudha menunggu sejak tadi malam.

Thalib bahkan masih sempat berjanji kepada istri dan anak-anaknya untuk membelikan perhiasan emas, laptop dan ponsel mahal kepada anak-anaknya. Namun, belum sempat mewujudkan janjinya itu, Thalib tiba dikabarkan meninggal dunia karena tertimpa pohon besar saat sedang bekerja di perusahaan tempatnya bekerja.

Terlambat tiba

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Polewali Mandar, Indra Jaya, menyebutkan jenazah almarhum terlambat sampai di Tanah Air karena kesalahan teknis pengurusan dan pengiriman surat-surat dokumen pemulangan jenazah korban.

“Keterlambatan jenazah korban tiba di tanah air lantaran ada kesalahan tekni pengurusna dokumen pelulangan korban,” ujarnya.

Selain itu, menanggapi hak asuransi termasuk gaji terakhir almarhum hingga kini yang belum juga diterima oleh keluarga, Indra mengatakan, sesuai dengan pembicaraan pihak disnaker, keluarga korban dan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar, hal itu akan diselesaikan oleh pihak BP3TKI yang menangani klaim asuransi, termasuk gaji terakhir korban sebelum tertimpa bencana.

Menurut indar belum selesainya pembayaran asuransi, gaji terakhir dan hak-hak korban lainnya lantaran pihak keluarga belum melengkapi keseluruhan berkas permohonan asuransi dan gaji terakhir korban dari pihak yang mewakili keluarga.

Istri korban, Sulaena berharap hak-hak suaminya sebagai tenaga kerja resmi yang berangkat ke Guyana bisa segera mendapatkan hak-haknya sebagai TKI. Sulaena mengatakan, suaminya telah mengantongi dokumen-dokumen resmi, termasuk paspor bernomor A 0960430 dan KTP bernomor 6040603067300001.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.