Kompas.com - 06/09/2013, 19:21 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Modus baru penipuan di Kota Kendari kembali terjadi. Seorang pria yang gonta-ganti identitas menggasak perhiasan, telepon selular dan uang puluhan juta rupiah dari para pelajar SMA. Pelaku menipu dua SMA dengan modus panitia fashion show.

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya pelaku mendatangi SMA 9 Kendari mencari siswa-siswi yang mempunyai bakat dalam fashion show, tetapi terlebih dahulu pelaku menemui kepala sekolah, dan guru untuk dicarikan pelajar berbakar. Pelaku yang dibantu pihak sekolah, leluasa menyusun rencana, ia lalu membagikan brosur dan formulir untuk diisi. Pelaku menjanjikan siswa yang mengikuti kegiatan ini akan dibawah ke Jakarta, dan akan ditayangkan dalam acara Program Planet Remaja yang tayang di salah satu stasiun TV swasta.

Sebanyak 15 pelajar dari SMA 9 Kendari dinyatakan lulus dalam tes tertulis dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Para pemenang ini lalu diarahkan menuju ke Lippo Plaza Kendari untuk memilih kostum yang nantinya akan dipakai untuk acara pentas seni yang akan digelar di Swissbell hotel pada malam itu.

Merasa kurang dengan 15 pelajar, pelaku lalu mendatangi SMK 2 Kendari dengan maksud yang sama, dan hasilnya sebanyak 28 pelajar dinyatakan lulus. Seluruh pemenang lalu diarahkan untuk berdandan di salah satu salon yang lokasinya berada di depan Lippo Plaza.

Sebanyak 43 orang perserta disuruh untuk bersiap-siap, sementara pelaku telah menyusun rencana. Pelaku lalu merental dua mobil yang nantinya akan digunakan untuk transportasi para pelajar menuju Swissbell hotel. Sebelum dirias, para pelajar disuruh menanggalkan semua perhiasan dan barang-barang berharga seperti uang, perhiasan dan telepon selular untuk ditampung di salah satu tas milik salah satu teman mereka.

Pada Kamis (5/9/2013) sekitar jam 21.00 Wita, pelaku yang merasa rencana jahatnya berjalan lancar, lalu kabur dengan membawa semua perhiasan dan barang-barang berharga milik pelajar yang sebelumnya telah dititip di meja kasir pada salon tempat para pelajar berdandan. Sebelum kabur, pelaku sempat meminjam motor milik salah satu pelajar dengan alasan hendak pergi ke Swissbeel hotel meminjam slempang yang nantinya akan digunakan "peserta" fashion show.

Tak ada yang curiga pada saat itu, termasuk pemilik salon yang membiarkan pelaku mengambil tas tempat penampungan barang berharga milik pelajar. Beberapa menit kemudian, Jamilah salah satu orangtua siswa datang mengunjungi anaknya yang masih berada di salon dengan maksud memberikan dukungan yang akan mengikuti pegelaran seni dan fashion show.

Jamilah sempat marah-marah karena untuk kegiatan besar itu tak ada seorang pun guru yang mendampingi. Jamilah mulai curiga dan menanyakan kemana perginya panitia kegiatan ini. Saat mengatahui mereka telah tertipu, tangis para pelajar pun pecah. Suasana menjadi gaduh. Para pelajar lalu menghubungi keluarganya masing-masing.

Tak lama kemudian tempat itu menjadi kerumunan warga. Polisi pun tiba di lokasi. "Saat teman-teman yang sedang dirias, beberapa teman datang terlebih dahulu ke Swissbell hotel untuk melihat persiapan. Tapi anehnya, penerima hotel bertanya sambil bigung dengan kehadiran kami yang saat itu sudah memakai baju adat. Karena tak tahan menunggu teman yang lain, saya dan teman-teman lain lalu meninggalkan Swissbell kembali menuju salon, dengan menggunakan mobil yang telah dirental pelaku," kata Agung, siswa SMA 9.

Pemilik salon pun tertipu

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.816 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK di Jawa Barat

2.816 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK di Jawa Barat

Regional
Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.