LSI: Golput dan Politik Uang Bakal Warnai Pilgub Kaltim

Kompas.com - 06/09/2013, 09:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SAMARIDA, KOMPAS.com - Hasil survei Citra Publik Indonesia bersama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Kalimantan Timur memaparkan, dominasi "golput" dan praktik politik uang akan mewarnai Pemilihan Gubernur Kaltim yang digelar 10 September mendatang.

Berdasarkan hasil survei di lapangan, diketahui tingkat golput pada Pilgub Kaltim mencapai 37,12 persen. Sementara 53 persen masyarakat Kaltim menilai politik uang sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan.

Diterangkan pembicara LSI, Fitri Hari, Kamis (5/9/2013) kemarin, berdasarkan survei 82,1 persen pemilih di Kalimantan Timur akan ikut memilih dalam Pilgub mendatang. Sementara, jika dirata-rata dari pelaksanaan sebelumnya, tingkat golput pada saat ini bisa mencapai 37,12 persen.

Hal itu disebabkan adanya kesenjangan antara tingkat keinginan partisipasi masyarakat dengan fakta tingkat partisipasinya berkaca pada pemilihan sebelumnya.

Beberapa faktor temuan yang didapat, banyak wilayah pedalaman yang jauh dari TPS dan sulitnya aksesnya menuju TPS. Kurangnya sosialisasi dan undangan dari penyelenggara pemilu.

Hari pemungutan suara yang diliburkan bisa membuat ada pengaruh ‘sleeping voter’ atau mereka yang tak memakai hak pilihnya. Adanya apatisme penduduk terhadap Pilkada juga sangat berpengaruh dengan golput.

“Secara jujur, kalangan apatis yang memilih golput lebih banyak cenderung di kota-kota besar,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tingginya pengaruh politik uang terhadap pilihan mereka juga masih dinilai wajar oleh masyarakat. Politik uang dinilai cukup memberikan pengaruh emosional.

“Dari data yang kita himpun, sebanyak 71,1 persen masyarakat menerima sejumlah uang daripada bentuk lainnya,” sebut Fitri.

Walaupun tingkat partisipasi tinggi, tidak menjamin tingkat golput akan rendah dan hal tersebut masih perlu diwaspadai. “Seperti partisipasi masyarakat ‘ronda’ anti-moneypolitic, pengawasan ketat penyelenggara dan pengawasan pemilu,” imbuhnya.

Dia berharap temuan tersebut dapat djadikan peringatan. Pasalnya kedua fenomena tersebut berada dekat dengan warga, sehingga patut diwaspadai.

Sementara, penyelenggara diminta ntuk menyediakan aksesibilitas yang menjangkau pemilih di pedalaman. “Memberikan kesadaran politik kepada masyarakat bahwa golput dan money politic bukan merupakan tindakan pendidikan politik,”  tegasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X