Kompas.com - 06/09/2013, 09:32 WIB
Ilustrasi mi berformalin. KOMPAS.com/ IKA FITRIANAIlustrasi mi berformalin.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Magelang memastikan, pabrik mi basah berformalin yang digerebek Polda Jawa Tengah belum lama ini adalah ilegal.

Pabrik yang diketahui milik Jumirin (35) di Kampung Paten RT 02 RW 08, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, itu tidak masuk dalam daftar perusahaan mi basah di Kota Magelang yang tercatat di Diskoperindag.

Hal itu diungkapkan Agus Tony, Kepala Diskoperindag Kota Magelang, Kamis (5/9/2013). Agus menyebutkan, sejauh ini hanya ada lima perusahaan mi basah di wilayah ini yang pernah mengajukan perizinan ke Diskoperindag.

Namun, dari lima industri rumahan tersebut, dua pabrik di Kampung Magersari dan Jalan Singosari saat ini telah tutup karena tidak memperpanjang lagi izinnya.

"Sedangkan yang masih mengantongi izin dan tetap berproduksi hanya tiga perusahaan, yaitu pabrik mi di Kampung Kiringan, Jalan Jenggala, dan Jalan Sriwijaya Kota Magelang," ujar mantan Sekretaris DPRD Kota Magelang itu.

Terkait adanya penggerebekan pabrik mi basah di Kampung Paten tersebut, imbuh Agus, pihaknya terus memantau keberadaan pabrik mi yang masih beroperasi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi maraknya pabrik mi yang menggunakan formalin atau zat yang berbahaya lainnya, calon pengusaha yang akan mengajukan izin selalu dimintai tanda daftar industri. Dan, untuk melengkapinya harus disertai uji laboratorium dari Dinas Kesehatan setempat.

“Bagi para pengusaha baru yang akan membuka pabrik mi, kami minta untuk membuat sampel makanan dan diuji lebih dulu di laboratorium kesehatan Dinas Kesehatan,” tambah Sri Rejeki Temtiasih, Kabid Perindustrian Diskoperindag.

Seperti diberitakan, tim Polda Jawa Tengah telah menggerebek pabrik mi basah milik Jumirin di Kampung Paten, Kelurahan Rejowinangun Utara, Rabu (4/9/2013). Tindakan itu berawal dari temuan mi basah berformalin pada makanan yang dihidangkan saat pesta rakyat pada acara pelantikan Gubernur Jateng, 23 Agustus lalu.

Di lokasi penggerebekan, petugas menyita 300 kilogram mi basah yang tersimpan dalam tiga karung, beberapa jeriken bekas wadah formalin, 625 kilogram tepung terigu, empat kilogram serbuk pewarna tekstil, lima kilogram garam krosok, satu kilogram pewarna kuning, serta sejumlah bahan lain.

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah mesin pembuat mi dan satu mobil pikap bernomor polisi H 1744 LU.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X