Kompas.com - 05/09/2013, 22:01 WIB
Kuisioner yang menanyakan ukuran kelamin dan payudara. Kompas.com/ Raja UmarKuisioner yang menanyakan ukuran kelamin dan payudara.
|
EditorFarid Assifa

BANDA ACEH, KOMPAS.com
 — Erlina (40), salah satu orangtua siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Sabang, Provinsi Aceh, kaget saat mengetahui anaknya harus mengisi kuesioner tentang kesehatan dengan pertanyaan ukuran kelamin dan payudara.

"Saya kaget saat melihat kuesioner yang dibawa pulang oleh anak saya ke rumah yang diberikan oleh guru dari sekolah tentang data kesehatan siswa karena berisi soal pertanyaan tentang ukuran kelamin dan payudara siswa," bebernya kepada Kompas.com, Kamis (5/9/2013).

Kertas soal tersebut, kata Erlina, berjumlah enam halaman. Halaman pertama, soalnya masih wajar karena pertanyaannya tentang kesehatan dan penyakit yang pernah diderita siswa. Namun, saat melangkah ke halaman lima, terdapat pertanyaan ukuran kelamin dan payudara serta gambar-gambar alat reproduksi di dalam lembar soal kuesioner tersebut.

"Menurut saya, pertanyaan seperti itu tidak wajar untuk anak siswa kelas 1 SMP sehingga saya melarang anak saya, Muhammad Hafis Razak (12), untuk mengisi kuesioner tersebut," tegas Erlina saat dihubungi Kompas.com tadi malam.

Belum jelas tujuan dari kuesioner tersebut. Namun, di halaman pertama, tertulis bahwa "kuesioner di bawah ini merupakan prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan siswa agar dapat dilakukan upaya penanganan sedini mungkin sehingga dapat mendukung proses belajarmu untuk meningkatkan prestasi".

Dihentikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Anas M Adam sangat menyesalkan dengan kejadian yang dapat meresahkan orangtua murid di Kota Sabang. Menurutnya, pelaksanaan program dari Dinas Kesehatan tersebut sebelumnya tidak ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami baru tahu setelah ada pemberitaan kemarin, ada program tersebut yang berasal dari Dinas Kesehatan karena sebelumnya program tersebut tidak ada koordinasi dengan dinas terkait. Seharusnya, disosialisasikan dulu setiap ada program untuk siswa karena tidak semua budaya di Indonesia sama. Kalau di Aceh hal seperti itu sangat tabu dan bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam," tegasnya.

Namun, pihaknya menyebutkan sudah melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Aceh terkait kuesioner itu. Menurut Dinas Kesehatan, program tersebut merupakan program nasional yang berasal dari pusat.

Anas menambahkan, program tersebut sudah diminta untuk segera dihentikan di seluruh sekolah di Provinsi Aceh, dan dia juga mengimbau kepada seluruh sekolah di Aceh untuk lebih  selektif setiap menerima program-program yang masuk ke sekolah.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.