Kompas.com - 05/09/2013, 20:56 WIB
|
EditorFarid Assifa
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Bagi para calon legislatif (caleg) yang akan dan atau sedang membuat alat peraga kampanye berbentuk baliho, terpaksa harus mengurungkan niatnya. Karena berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2013, jumlah alat peraga sosialisasi calon dibatasi.

Aturan tersebut merupakan perubahan atas PKPU Nomor 1 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Pada pasal 17 poin b di peratuaran itu disebutkan, baliho atau papan reklame hanya diperuntukan bagi partai politik (parpol) satu unit untuk satu desa/kelurahan yang memuat informasi nomor dan tanda gambar parpol, visi, misi, program, jargon dan foto pengurus parpol yang bukan calon anggota DPR, DPD dan DPRD.

Sementara bagi para caleg, hanya diberi kesempatan untuk memasang alat peraga kampanye berbentuk spanduk dengan ukuran 1,5 x 7 meter, hanya satu unit pada satu zona atau wilayah yang ditetapkan KPU bersama pemerintah daerah.

"Itu memang sudah menjadi keputusan KPU yang harus ditaati bersama. Kami akan segera menyosialisasikan PKPU tersebut kepada seluruh parpol agar dapat dipahami dan dilaksanakan. Mudah-mudahan pada Kamis atau Jumat pekan depan, acara sosialisasi tersebut dapat kami lakukan," kata anggota Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Tasikmalaya Ima Budirahayu, Kamis (5/9/2013).

"Sementara KPU Kabupaten Tasikmalaya menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Tasikmalaya tentang ketentuan dan batasan zonasi atau wilayah dan tempat-tempat kampanye, selesai dibuat," lanjutnya.

Wilayah yang disebutkan dalam PKPU ini, kata Ima, akan ditetapkan melalui SK Bupati. "Para caleg dapat memasang satu spanduk di masing-masing kecamatan dalam lingkup daerah pemilihan (dapil)," ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang anggota Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda mengatakan, sesuai ketentuan dalam PKPU Nomor 15 tahun 2013, KPU kabupaten/kota akan menyosialisasikan PKPU yang baru ini selama satu bulan sejak diterbitkannya aturan tersebut. Selama kurun waktu sosialisasi itu, diharapkan kepada para parpol dan caleg untuk segera menertibkan seluruh alat peraga kampanye yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Panwas akan bergerak menertibkan alat-alat peraga kampanye yang melanggar, setelah batas waktu sosialisasi PKPU tersebut habis," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.