Hasil Rekapitulasi Pilkada Parepare Ditolak Mayoritas Kandidat

Kompas.com - 05/09/2013, 13:58 WIB
Demo Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi (AMPD)Bersikap Kota Parepare tolak Pilkada Kota Parepare KOMPAS.com/ DARWIATY H AMBO DALLEDemo Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi (AMPD)Bersikap Kota Parepare tolak Pilkada Kota Parepare
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAREPARE, KOMPAS.com - Rapat rekapitulasi perhitungan akhir tingkat kota, Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, diwarnai penolakan penandatanganan hasil rekapitulasi dari tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Penolakan yang dilakukan saksi ketiga kandidat tersebut, terkait dugaan adanya kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan salah satu kandidat, selama proses pilkada.

Pilkada Parepare diikuti lima pasangan yakni, Andi Babba Oddo dan Syaefuddin La Intang (nomor urut 1), Sjamsu Alam dan Andi Darmaswangsa (nomor urut 2), Andi Darma Setiawan, Muhammad Rui (nomor 3) dan pasangan H Taqyuddin Djabbar dan Herman Katoe (nomor urut 4), serta HM Taufan Pawe dan Achmad Faisal Andi Sapada.

Ketiga pasangan calon yang melakukan penolakan adalah nomor urut 2, 3 dan 4. Mereka meyakini proses pilkada Parepare sarat kecurangan, yang diarahkan pada pasangan nomor 5. Pasangan nomor 5 dituduh melakukan politik uang, pembagian sembako hingga pengambilan surat panggilan pemilih (C6) wajib pilih, yang dilakukan saat minggu tenang jelang hari pencoblosan.

Selain itu, ksi demo juga dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi (AMPD) Bersikap yang mendesak dilakukannya pilkada ulang. Mereka menilai telah lahir degradasi komitmen dari penyelenggara pemilu dalam menghadirkan pilkada yang bersih, jujur dan damai.

"Inilah yang menyebabkan terjadinya demokrasi lokal mengalami krisis kualitas," kata Sappe, salah satu masyarakat yang ikut berorasi.

Ditemui terpisah, Safriani Sudirman, Komisioner KPU Parepare Divisi Hukum mengatakan, penolakan penandatanganan oleh tiga pasangan itu tidak mempengaruhi hasil rekapitulasi yang telah dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita memberi waktu tiga hari kerja bagi paslon untuk memasukkan gugatan ke Mahkamah Konsititusi (MK). Setelah 14 hari masa kerja proses di MK, hasil itulah yang akan kami laporkan ke DPRD karena pihak DPRD-lah yang memiliki wewenang terkait pelantikan paslon yang terpilih nantinya," tandas Safriani.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.