Pelamar CPNS Serbu Kantor Polisi, Polda Sulut Buka Layanan "Online"

Kompas.com - 04/09/2013, 08:39 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MANADO, KOMPAS.com — Dibukanya seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di beberapa daerah di Sulawesi Utara pada September ini membuat kantor polisi yang berada di wilayah Polda Sulut diserbu calon pelamar.

Mereka ini mendatangi kantor polisi guna keperluan mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang menjadi salah satu syarat administrasi penerimaan CPNS.

Kasi Yanmin Dir Intelkam Polda Sulut AKP Sabri Suma mengatakan, warga yang datang mengurus SKCK mengalami peningkatan dibanding hari biasanya. "Rata-rata sehari ada sekitar 60 yang datang mengurus SKCK di Polda," ujar Sabri, Rabu (4/9/2013).

Hal yang sama terlihat pula di Polresta Manado. Bahkan sejak memasuki bulan September, terlihat ratusan warga mengantre di depan Ruang Bagian Pelayanan Izin dan SKCK Polresta Manado.


Para calon pelamar CPNS mendominasi antrean tersebut. "Iya, ini saya dan teman mau mengurus SKCK karena sebentar lagi sudah ada penerimaan CPNS. Rencananya mau melamar di Sitaro," ujar Saryanthi, lulusan Fakultas Ekonomi Unsrat Manado.

Mengantisipasi banyaknya warga yang mengurus SKCK tersebut, Polda Sulut menyediakan layanan SKCK secara online. "Masyarakat tinggal buka website Polda, kemudian memasukkan data di sana. Jika sudah lengkap, tinggal datang ke Polda untuk validasi dan setelah itu, SKCK dicetak," jelas Sabri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diprediksi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Wonogiri, Jekek-Sriyono Tak Siapkan Banyak Uang

Diprediksi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Wonogiri, Jekek-Sriyono Tak Siapkan Banyak Uang

Regional
Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X