25 Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Tulungagung

Kompas.com - 03/09/2013, 20:43 WIB
Kondisi salah satu kapal yang pecah di Teluk Popoh,  Tulungagung, Jawa Timur,  Selasa (3/9/2013). SURYA/YULI AHMADAKondisi salah satu kapal yang pecah di Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (3/9/2013).
EditorKistyarini

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com —
Sekitar 25 kapal nelayan tenggelam dan tiga kapal pecah di perairan Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, akibat ombak tinggi selama sepekan terakhir. Dampaknya lagi, hingga Selasa (3/9/2013), para nelayan tidak berani melaut dan lebih memilih untuk menambatkan kapalnya dekat dermaga.

Selain kerugian material yang mencapai ratusan juta, bencana ini juga mengakibatkan hilangnya pendapatan nelayan selama beberapa hari. Namun, sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat amuk ombak teluk yang menghadap Samudera Indonesia itu.

Menurut Saputro, salah seorang nelayan Popoh, sampai kini cuaca masih buruk dan sangat rawan terjadi gelombang besar lagi. Dia mengatakan, ombak besar memang biasa terjadi menjelang akhir bulan Syawal dalam kalender Hijriah atau Sawal dalam kalender Jawa.

"Tinggi ombak masih lima meter dan kecepatan angin mencapai 40 knot," kata nelayan itu.

Nelayan lainnya, Edi, menambahkan, cuaca buruk ini mungkin akan berlangsung sampai sepekan mendatang. "Ya terpaksa menganggur dulu sambil membenahi kapal," katanya.

Sementara itu, nelayan lain, Slamet, menyebutkan, sebenarnya ada peluang untuk mengatasi kondisi alam ini, yakni dengan membangun pemecah ombak di tepi pantai. "Kami sudah usul berkali-kali ke pemerintah, tetapi tidak ada tanggapan," ujarnya.

Slamet menyadari, biaya pembangunan pemecah ombak memang mahal dan dengan demikian hanya pemerintah yang sanggup menanggungnya. "Tapi, kalau pemerintah mau membangun pemecah ombak, pendapatan nelayan tentu akan meningkat dan akhirnya juga membantu penambahan retribusi maupun pendapatan asli daerah," ujarnya. (yul)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Perbatasan Malaysia Mulai Dibuka untuk Belajar Tatap Muka

Sekolah di Perbatasan Malaysia Mulai Dibuka untuk Belajar Tatap Muka

Regional
Tasikmalaya Catatkan Klaster Pendidikan, 12 Orang Positif Covid-19 dalam Sehari

Tasikmalaya Catatkan Klaster Pendidikan, 12 Orang Positif Covid-19 dalam Sehari

Regional
Kota Ambon Kembali Beralih ke Zona Oranye, PSBB Transisi Tetap Dilanjutkan

Kota Ambon Kembali Beralih ke Zona Oranye, PSBB Transisi Tetap Dilanjutkan

Regional
3 Pasien dari Klaster Arisan RT Kulonprogo Sembuh dari Covid-19

3 Pasien dari Klaster Arisan RT Kulonprogo Sembuh dari Covid-19

Regional
Tawarkan Jasa Penunjuk Jalan Hindari Pemeriksaan Satgas Covid-19, 5 Orang Ditangkap

Tawarkan Jasa Penunjuk Jalan Hindari Pemeriksaan Satgas Covid-19, 5 Orang Ditangkap

Regional
Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Regional
Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Regional
Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Regional
Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Regional
Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Regional
Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Regional
KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X