Kompas.com - 03/09/2013, 18:55 WIB
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Para perajin tempe dan tahu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berencana melakukan mogok berproduksi pada  9-11 September mendatang karena harga kedelai yang terus naik.

Mogok selama tiga hari itu sebagai bentuk protes agar pemerintah segera mengambil tindakan terkait dengan melonjaknya harga kedelai sejak sebulan terakhir. ”Sebagian sepakat menyatakan akan berhenti produksi sementara waktu,” kata Muryanto, Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) DI Yogyakarta, Selasa (3/9/2013).

Ia menyatakan, ada beberapa anggotanya yang menolak berhenti berproduksi dengan alasan usaha tempe dan tahu adalah satu-satunya sumber penghasilan.

Ia mengungkapkan, setiap bulan perajin rata-rata membutuhkan 2.600 ton kedelai. Selama ini kebutuhan itu 95 persen dipenuhi pasokan kedelai impor dari Amerika dan Brasil. Stok lokal selama ini tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Namun, fluktuasi harga kedelai sejak bulan lalu membuat para perajin kelabakan. Apalagi para produsen tempe dan tahu produsen bergantung pada kedelai impor. ”Ada bahan baku lokal, salah satunya dari Kulon Progo. Tapi, jumlahnya sedikit sekali, seminggu saja sudah habis dipakai untuk produksi,” ujar Muryanto.

Selama ini para perajin tahu dan tempe telah terbebani dengan dihentikannya subsidi kedelai sejak 1998. Pada tahun 2000, subsidi pernah dikucurkan kembali sebesar Rp 1.000 per kilogram. Namun, mekanisme penyalurannya tidak melalui Primkopti, tetapi dari pemerintah ke pedagang kedelai. Setelah tahun 2000, subsidi disetop. Alhasil, banyak perajin yang gulung tikar.

”Dari data Primkopti, sebelum awal tahun 2000 di DI Yogyakarta ada 800-an perajin tempe-tahu. Setelah subsidi dihentikan, tinggal 400-500 perajin yang bertahan,” tuturnya.

Menyiasati lonjakan harga, perajin cenderung memilih mengecilkan ukuran tahu dan tempe. Sebab, jika harga dinaikkan, para perajin tempe dan tahu khawatir produknya tidak laku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.