Kompas.com - 03/09/2013, 14:48 WIB

BIREUEN, KOMPAS.com — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bireuen, Aceh, berfokus menyiapkan qanun pariwisata yang tidak bertentangan dengan syariat Islam maupun etika yang berlaku di Aceh.

Kadisporapar Bireuen, Irfan, MPd, Selasa (3/9/2013) menjelaskan, penyiapam qanun yang tersebut sekaligus menyambut tahun kunjungan wisata (visit year) Kabupaten Bireuen 2014 mendatang.

“Kita mengharapkan sejumlah lokasi wisata potensial yang ada di sini dapat dikelola oleh para pelaku bisnis dari geliat aktitivas wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara,” ujar Irfan.

Agar tidak bertentangan dengan pemberlakuan syariat Islam di Aceh, pihaknya sudah menggelar Forum Grup Discussion (FGD) yang melibatkan kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), ormas Islam, camat, pers, tokoh masyarakat, dan ulama.

Dari diskusi tersebut diharapkan bisa dilahirkan rekomendasi terbaik bagi bagi qanun tersebut. “Pengembangan sektor pariwisata ini penting untuk menggali potensi PAD yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” sebut Irfan.

Irfan menyebutkan banyak keindahan alam terdapat di Bireuen seperti Pantai Ujong Blang, Pantai Kuala Raja, Krueng Shimpo, Krueng Bate Iliek, dan lain-lain.

Untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata, papar Irfan, dibutuhkan regulasi yang mengatur tentang pemanfaatan dan pengelolaan lokasi wisata. Sehingga, tidak bertentangan dengan tatanan syariat Islam.

Diakuinya, tempat-tempat rekreasi selama ini sering disalahgunakan khususnya oleh muda-mudi yang berpasangan menikmati keindahan alam. Kondisi tersebut sering kali membuat gerah warga sekitar lokasi yang disikapi dengan menutup paksa tempat rekreasi.

“Kita tidak ingin hal seperti itu terulang lagi, kerja sama baik pendatang maupun warga tempatan diperlukan agar Bireuen ke depan dikenal dengan potensi pariwisata daerahnya,” tandas Irfan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.