Kompas.com - 03/09/2013, 08:28 WIB
Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar membuat sebagian nelayan tidak dapat melaut secara rutin dalam sebulan ini seperti di Tambaklorok, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2013). Sulitnya mendapatkan solar tersebut menyebabkan mereka juga membatasi jarak dalam mencari ikan atau harus singgah ke sejumlah tempat untuk mengantisipasi habisnya bahan bakar. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAKelangkaan bahan bakar minyak jenis solar membuat sebagian nelayan tidak dapat melaut secara rutin dalam sebulan ini seperti di Tambaklorok, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2013). Sulitnya mendapatkan solar tersebut menyebabkan mereka juga membatasi jarak dalam mencari ikan atau harus singgah ke sejumlah tempat untuk mengantisipasi habisnya bahan bakar.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Untuk meningkatkan sumber daya nelayan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur menggelar Diklat Ahli Nautika Penangkap Ikan Tingkat III (Angkapin III). Diklat yang diikuti 60 nelayan dari Jawa Timur itu diadakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi Jawa Timur.

"Pelatihan ini penting agar ada peningkatan sumber daya nelayan karena di Jawa Timur ada sekitar 226.000 orang menjadi nelayan," kata Rudi Mansyah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, kepada Kompas.com, Senin (2/9/2013). Apalagi sebagian besar wilayah Jawa Timur merupakan pesisir.

Rudi mengatakan, pelatihan diikuti oleh para nelayan yang semuanya hanya lulus sekolah dasar. Seusai mengikuti pelatihan, para nelayan ini memiliki sertifikat yang menandai kualifikasi mereka untuk menangkap ikan. "Untuk wilayah Jawa Timur, rata-rata nelayan di setiap kabupaten/kota yang mempunyai sertifikat penangkapan ikan hanya berkisar 10 sampai 15 persen," katanya.

Sementara itu, Rahmad, salah satu peserta dari Jember, berharap setelah pelatihan ini dia dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. "Saya cuma lulus SD, tapi pengin punya ilmu agar hasil tangkap ikannya banyak," ujar dia.

Diklat Ahli Nautika Penangkap Ikan Tingkat III akan diadakan selama 20 hari mulai dari Senin (2/9/2013). Sebelumnya diklat serupa pernah digelar pada Juni 2013.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.