Partai Kecil Tak Bisa "Nyapres", PPP Usul Perubahan UU Pilpres

Kompas.com - 02/09/2013, 23:02 WIB
Suryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSuryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com
- Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyatakan, partainya mengusulkan perubahan kuota minimal jumlah kursi pada Undang-undang Pemilihan Presiden 2014. Partai bernomor urut sembilan ini mengajukan minimal perolehan kursi 3,5 persen di DPR untuk sebuah partai bisa mengusung calon presiden.

"Sekarang kan partai bisa mengusung capres minimal memperoleh 20 persen kursi atau 25 persen suara. Alasan pengusulan 3,5 persen kursi saja supaya capres lebih banyak untuk bisa dipilih rakyat. Kalau masih 20 persen, nanti capresnya paling ada tiga atau dua pasangan dan menjadi dominasi partai besar saja," terang Surydharma kepada sejumlah wartawan di Tasikmalaya, Selasa (2/9/2013).

Suryadharma menilai, UU Pilpres 2014 yang diberlakukan sekarang seakan membatasi pengusungan capres oleh partai kecil, selain berkoalisi. Sehingga hanya partai besar saja yang mampu melakukan konvensi pengusungan capres sebelum pemilihan legislatif dilaksanakan.

"Kalau langkah konvensi untuk PPP tidak realistis, ini untuk PPP saja. Sesuai AD/ART partai, langkah konvensi untuk partai ini akan realistis jika UU Pilpres diubah," ungkap dia.

Seperti diketahui, beberapa partai telah melakukan sosialisasi masing-masing capres dan cawapresnya. Misalnya Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto, Partai Hanura mengusung Wiranto dan Hari Tanoe, Partai Golkar mengusung Aburizal Bakrie, dan Partai Demokrat tengah melakukan pengkajian capres melalui konvensi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.