Kompas.com - 02/09/2013, 20:00 WIB
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Pemda Kolaka Sulawesi Tenggara KOMPAS.com/ SUPARMAN SULTANKepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Pemda Kolaka Sulawesi Tenggara
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemda Kolaka, Sulawesi Tenggara dibuat tak berdaya oleh para mantan pejabat di lingkup Pemda Kolaka. Hal ini terkait dengan penguasaan kendaraan dinas.

Kepala BPKAD Kolaka, Herman Malaka mengatakan, hingga saat ini aset daerah berupa kendaraan dinas masih saja dikuasai para mantan pejabat. Padahal, pihaknya telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke polisi.

“Masalah mekanisme itu prosedurnya ada di kantor polisi. Memang beberapa hari yang lalu kita itu sudah bermohon kepada pihak kepolisian untuk mendukung penarikan kendaraan dinas yang masih dikuasai oleh para mentan pejabat yang ada. Ini kan tindak lanjut dari surat pertama, kedua dan ketiga, makanya pihak polisi kita libatkan,” katanya kepada Kompas.com, Senin (02/09/2013).

Namun Herman tidak bisa menyebutkan secara pasti jumlah kendaraan dinas yang masih dikuasai mantan pejabat Kolaka. Yang jelas, kata Herman, totalnya puluhan unit. Kini, Herman menyerahkan sepenuhnya perkara ini ke polisi.

“Apakah ini masuk dalam ketegori ranah hukum itu tergantung polisi. Saat ini kita tunggu hasil investigasi dari polisi, jadi kami juga tidak bisa mendesak pihak kepolisian,” tegasnya.

Kendati demikian, Herman berharap agar para mantan pejabat legawa dengan melepaskan jabatannya dan segera mengembalikan kendaraan dinas.

“Harusnya mereka legowo. Kami juga kan tidak bisa berbuat kasar karena biar bagaimana itu mereka juga masih teman-teman kami. Saya juga belum bisa melihat apakah ada dampak kerugian secara materi. Tapi secara pekerjaan memang sangat menghambat kinerja pejabat yang baru,” cetusnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kolaka, Poitu Murtopo menilai, sikap para mantan pejabat ini sudah termasuk penggelapan barang milik negara. “Kita sudah lapor polisi, ini penggelapan aset negara atau daerah. Sekalipun mereka mengembalikan, itu tetap diproses hukum. Surat sebelumnya yang mengatasnamakan Pemda Kolaka kan mereka tidak peduli,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com terlihat mobil milik Pemda Kolaka berganti warna plat dari merah menjadi hitam. Misalnya, mantan pelaksana tugas Bupati Kolaka Ali Nur, mantan kepala BKD Ruhaedin, mantan Kasat Pol PP Makmur dan sejumlah mantan camat di Kolaka Timur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.