Wabup Bogor Mangkir Sidang Video Porno demi Kampanye

Kompas.com - 02/09/2013, 15:57 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (25/4/2013) memeriksa Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman. Karyawan di periksa terkait kasus izin lokasi pembangunan tempat pemakaman di tanah Desa Artajaya, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wakil Bupati Bogor ini diperiksa sebagai saksi bagi lima tersangka yang diduga terlibat transaksi suap di rest area Sentul untuk proyek Tempat Pemakaman Bukan Umum.
KOMPAS/ALIF ICHWANKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (25/4/2013) memeriksa Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman. Karyawan di periksa terkait kasus izin lokasi pembangunan tempat pemakaman di tanah Desa Artajaya, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wakil Bupati Bogor ini diperiksa sebagai saksi bagi lima tersangka yang diduga terlibat transaksi suap di rest area Sentul untuk proyek Tempat Pemakaman Bukan Umum.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman atau yang akrab disapa Karfat, beserta istri, mangkir untuk memberikan kesaksian dalam sidang video porno yang menyeret Wakil Ketua DPRD Jabar berinisial RHT, Senin (2/9/2013). Menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, hari ini merupakan jadwal kampanye Karfat dalam pencalonannya sebagai Bupati Bogor.

"Iya betul, hari ini beliau sedang kampanye di Bogor," jelas Haryanto, Ketua Tim Sukses pasangan Karfat-Adrian, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (2/9/2013).

Haryanto pun mengaku tidak tahu-menahu jika Karfat hari ini dijadwalkan memberi kesaksian dalam sidang kasus video asusila yang digelar terbuka di Pengadilan Negeri Bandung itu.

"Saya tidak tahu kalau soal itu, yang pasti hari ini beliau ada jadwal kampanye di beberapa tempat," ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Bandung, Yuniarto, menambahkan, mangkirnya Karfat dan istri sebagai saksi dalam sidang telah disertakan surat izin. “Kami sudah menerima surat dari Waki Bupati. Isinya tidak bisa hadir," kata Yuniarto.

Mengingat pentingnya kesaksian Karfat dan istri dalam persidangan tersebut maka Wakil Bupati Bogor itu akan dipanggil ulang. Selain itu, Jaksa juga menduga ada keterlibatan dari Saptariyani, istri Karfat, dalam penyebaran video porno tersebut. “Kalau tidak ada (kaitannya), ngapain dia (istri Karfat) kami undang sebagai saksi," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman akan diminta kesaksiannya dalam persidangan kasus video porno yang diduga diperankan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat RHT dengan terdakwa Indra Sanjaya Laksana di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (2/9/2013) besok.

Selain Karfat—sapaan akrab Karyawan, istrinya pun juga dijadwalkan menghadiri persidangan yang akan digelar secara tertutup itu. "Ya, benar beliau (Wabup Bogor) dan istrinya besok akan menjadi saksi di persidangan video asusila itu," kata Yuniarto di Bandung, Minggu (1/9/2013).

Yuniarto menjelaskan, kesaksian dari istri Karfat dalam persidangan sangat diperlukan. Diduga, ia mengetahui penyebaran video asusila tersebut. "Mengapa diperlukan? Karena beliau (istri Karfat) dianggap mengetahui terkait keberadaan video tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Yuniarto mengaku sampai saat ini tidak mengetahui alasan dari Polda Jabar belum melimpahkan berkas kasus Karfat yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka ke pengadilan. Padahal, lanjutnya, tersangka lainnya sudah menjalani persidangan.

"Saya tidak tahu itu. Itu masih ranahnya penyidik (Polda). Kalau sudah dilimpah maka secepatnya kami akan menyidangkannya," tegasnya.

Selain itu, surat pemanggilan sebagai saksi sudah dilayangkan jauh-jauh hari kepada orang nomor dua di Kabupaten Bogor dan istrinya itu. "Surat panggilan sudah kami layangkan dan berharap mudah-mudahan beliau dapat hadir," katanya.

Sepekan sebelumnya, jaksa pun menjadwalkan menghadirkan saksi kunci yang tak lain pemeran dalam video asusila itu, RHT. Namun, yang bersangkutan tidak hadir dalam persidangan. "Meski tidak hadir, kita tetap memeriksa saksi-saksi lainnya," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X