Polisi Balikpapan Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Kosong

Kompas.com - 02/09/2013, 06:04 WIB
Ilustrasi pencurian ShutterstockIlustrasi pencurian
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Resor Balikpapan menangkap tersangka spesialis pembobol rumah kosong di Balikpapan, Kalimantan Timur. Setidaknya tujuh rumah atau gedung kosong sudah pernah disatroni tersangka berperawakan besar ini.

“Kira-kira barang hasil curian itu bisa sampai Rp 30.000.000-an,” kata Pejabat Sementara Kepala Unit Jahtanras, Polres Balikpapan, Ipda Tumilan, Minggu (1/9/2013). Tersangka adalah Syahril alias Miming (23), yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan.

Syahril ditangkap polisi pada Jumat (30/8/2013), saat berusaha membobol rumah yang dipakai sebagai pusat kebugaran di daerah Gunung Pasir, Balikpapan. Pria tamatan SMK tersebut menjalankan aksinya seorang diri.

Dari hasil penyidikan polisi, didapatkan beragam barang bukti dari aksi Syahril. Di antara barang bukti itu adalah Samsung Galaxy Tab, kamera DSLR Canon, laptop, dompet, dan beberapa telepon genggam.

Saat tertangkap basah hendak menyatroni sasaran terakhirnya, Syahril nyaris dihakimi massa. Dalam pengakuannya pada penyidik Syahril telah menjarah 7 rumah atau gedung sejak Mei 2013. Di antara lokasi yang pernah dia jarah adalah Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, tempat dia mendapatkan 4 komputer jinjing.

Syahril juga mengaku menjarah beberapa rumah di kawasan Gunung Pasir. Dari sana, dia mengaku mengambil juga uang dan perhiasan selain peralatan elektronik. Sebelum beraksi dia mengaku memantau kondisi sasaran, dengan pura-pura kencing di dekat lokasi. Setelah dipastikan kosong, dia akan langsung memasuki rumah atau bangunan itu, baik siang maupun malam.

Untuk masuk ke dalam rumah atau banguan, Syahril mengaku menggunakan cara apa saja. “Apa saja bisa. Ada obeng motor, ya pakai obeng. Ada sendok ya pakai sendok. Sendok biasanya bisa untuk mencungkil jendela,” kata dia sembari mengaku barang-barang yang dicurinya kemudian dijual ke Makassar, Sulawesi Selatan, dengan harga murah.

Istri pun dikelabui

Aksi pencurian Syahril sebenarnya sudah dicurigai istrinya, Diah. Dia yang hanya buruh bangunan kerap membawa pulang peralatan elektronik mahal. Kepada sang istri yang curiga, semula Syahril mengaku barang-barang itu adalah titipan teman. Setiap kali keluar rumah pada malam hari, dia berkilah hendak berkumpul bersama teman-temannya, dan baru pulang menjelang subuh.

“Katanya titipan teman untuk dijual. Saya tidak percaya tapi tidak juga curiga, karena barangnya lengkap dengan tas hingga charger. Tapi pernah kudesak hingga akhirnya mengaku,” kata Diah. Dia mengaku kehidupannya serasa berantakan saat mendapat pengakuan tersebut, tetapi tidak berani melapor atau bercerita kepada siapa pun. Apalagi setahun ini mereka sudah punya anak.

Diah mengaku sikap bungkamnya juga karena setahun ini ekonomi mereka terpuruk. Mulai dari biaya kontrakan menunggak, suaminya kecelakaan sampai patah tangan, dan ada tagihan biaya melahirkan anaknya yang kini berumur 8 bulan.

“Sejak dia sembuh dari kecelakaan itu, mulai sering membawa barang-barang elektronik ke rumah. Setelah ketahuan semua adalah hasil curian, saya juga tidak bisa apa-apa. Marah. Tapi saya sayang dengan dia dan anak kami,” kata Diah.

Atas perbuatan Syahrial, polisi menjerat Syahril dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancamannya lebih dari 5 tahun penjara,” kata Tumilan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X