Kompas.com - 31/08/2013, 16:10 WIB
|
EditorFarid Assifa
GARUT, KOMPAS.com — Lagi-lagi dunia pendidikan kita kecolongan dengan masuknya materi yang berisiko menimbulkan disorientasi terhadap para siswa. Adalah buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud pada halaman 220-225 yang memuat sebuah cerpen berbahasa Melayu yang sarat makian dan kata-kata kotor.

Kosakata tidak senonoh itu didapati oleh Ma'mun Gunawan, salah satu orangtua siswa kelas VII SMP 3 Garut. Sekolah tersebut merupakan satu di antara enam SMP di Garut yang menjadi percontohan penerapan kurikulum baru.

"Waktu itu saya sedang menemani anak saya belajar. Tak sengaja saya buka buku-buku pelajarannya. Kaget saya ketika buka Bahasa Indonesia itu yang sangat tidak layak menjadi pembelajaran untuk siswa SMP," kata Ma'mun, Sabtu (31/8/2013) siang.

Dalam buku itu, lanjut Ma'mun, terdapat materi cerpen berbahasa Melayu berjudul Gerhana karya Muh Ali. Buku itu menceritakan susah payahnya tokoh Sali dalam mencari keadilan karena berhadapan dengan sistem dan aparatur yang korup. Kosakata kasar dan jorok muncul dalam dialog antara Sali dan polisi.

"Ada kalimat 'Sekonyong-konyong bapak polisi kaget seperti disengat lubang pantatnya'. Ada juga kata-kata polisi mengumpat Sali, yaitu 'bangsat', 'bajingan', dan lainnya," katanya.

Selain terdapat kata-kata tak senonoh, pihaknya juga menyayangkan penampilan materi cerpen berbahasa Melayu itu yang dinilai justru kontra dengan upaya meningkatkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia.

"Ironis dan menyedihkan. Katanya bahasa adalah harga diri bangsa. Apa tidak ada lagi cerpen berbahasa Indonesia? Masak banyak kosakata yang asing dalam perbendaharaan bahasa kita. Ada kata-kata 'mengingsut', 'tercenung', 'ngosel'," katanya kesal.

Pihaknya sudah melaporkan temuan itu ke Dinas Pendidikan setempat agar segera ditarik dari peredaran dan diganti dengan yang baru dan sesuai. "Saya sudah telepon ke Seksi Kurikulum Disdik dan akan ditindaklanjuti," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.