Nelayan "Ngamuk", Kantor Dinas Perikanan Dilempari Ikan

Kompas.com - 31/08/2013, 14:17 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
MANOKWARI, KOMPAS.com - Puluhan nelayan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengamuk di kantor Dinas Perikanan dan Kelautan (Distanak) setempat. Mereka kecewa karena produksi tangkapan para nelayan sebanyak 60 ton ikan ditolak pengirimannya oleh PT Pelni cabang Manokwari, ke Kabupaten Nabire.

Membawa sejumlah cool box berisi ikan cakalang (tuna), puluhan nelayan asal Manokwari, mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan di Jalan Percetakan pada Sabtu (31/8/2013). Dalam aksi protesnya, para nelayan menumpahkan sebagian cool box berisi ikan dan kemudian ikan-ikan itu dilemparkan ke dalam halaman kantor.

Mereka juga melemparkan ikan-ikan ke sejumlah kaca kantor. Akibatnya, kaca jendela kantor hancur berantakan. Selain merusak kaca kantor, para nelayan juga merusak sejumlah fasilitas lainnya, serta menebang beberapa pohon yang berada di depan halaman kantor itu.

Aksi nelayan ini sebagai akumulasi kekecewaan akibat hasil tangkapan ikan yang membeludak di Manokwari, namun tidak dapat dijual ke daerah lain. Sebab, pengangkutannya ditolak oleh PT Pelni. Padahal, selama ini, pengiriman ikan ke daerah lainnya di Papua tidak pernah ada masalah karena telah mengantongi izin dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari.

Usai merusak kantor Dinas Perikanan dan Kelautan, puluhan nelayan kembali melancarkan aksi protes dengan mendatangi kantor PT Pelni cabang Manokwari di Jalan Siliwangi. Namun, aksi anarkis puluhan nelayan tidak berlanjut, setelah dilakukan pertemuan dengan pihak PT Pelni, yang dimediasi oleh Kapolres Manokwari dan Dandim 1703 Manokwari.

Akibat kejadian ini, aktivitas di pasar ikan Sanggeng lumpuh, tidak ada satu pun pedagang ikan yang menjual hasil tangkapan nelayan. Para nelayan pun mengancam tidak akan menjual hasil tangkapan mereka sebelum adanya penjelasan resmi dari pihak PT Pelni atas pembatalan pengiriman 60 ton ikan ke Nabire.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Regional
Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X