Kompas.com - 30/08/2013, 21:41 WIB
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono paparkan petankawasan rawan bencana di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Selasa (9/4/2013). Tremor Gunung Guntur terus meningkat dengan aktivitas kegempaan semakin dangkal. Warga tersebut pun mulai mempelajari kawasan aman untuk situasi darurat.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOKepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono paparkan petankawasan rawan bencana di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Selasa (9/4/2013). Tremor Gunung Guntur terus meningkat dengan aktivitas kegempaan semakin dangkal. Warga tersebut pun mulai mempelajari kawasan aman untuk situasi darurat.
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Status Gunung Guntur di Kabupaten Garut kembali meningkat dari normal menjadi waspada. Warga sekitar gunung dan para wisatawan diimbau untuk menjauhi kawasan radius dua kilometer dari kawah di puncak gunung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya, mengatakan, peningkatan status gunung api tersebut didasarkan pada surat yang diterimanya dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Surat dari PVMBG itu menyatakan status Gunung Guntur meningkat dari normal menjadi waspada sejak pukul 16.00. Terjadi peningkatan aktivitas gunung," tutur Dikdik di kantor BPBD Kabupaten Garut, Jumat (30/8/2013).

Untuk menanggapi surat tersebut, BPBD Kabupaten Garut telah mengirim surat kepada camat Tarogongkaler, Leles, Banyuresmi, dan Tarogongkidul. Para camat diimbau segera menyosialisasikan kabar dari PVMBG tersebut.

Warga dan para wisatawan, diimbau untuk tidak panik dengan kondisi peningkatan status ini. Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kodim 0611 Garut dan Polres Garut, segera melakukan kegiatan sosialisasi ihwal peningkatan status ini.

Aktivitas kegempaan Gunung Guntur meningkat sejak Agustus 2013. Pada 1 hingga 7 Agustus, terjadi 6 kali gempa vulkanik dalam dan 4 kali gempa vulkanik dangkal. Pada 29 dan 30 Agustus, terjadi 4 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Menindaklanjuti surat dari PVMBG nomor 2109/45/bgl.V/2013 tanggal 30 Agustus 2013 perihal peningkatan status Gunung Guntur dari normal menjadi waspada, BPBD Kabupaten Garut kembali bersiaga 24 jam memantau Gunung Guntur.

Sebelumnya, pada 2 April 2013 sampai 7 Mei 2013, status Gunung Guntur berubah dari normal menjadi waspada. Berbagai sosialisasi pun dilakukan pemerintah untuk menenangkan warga sekaligus menyosialisasikan kondisi Gunung Guntur. (sam)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.