PDI-P Kalah di Jatim, Pengaruh Jokowi Tak Terbukti

Kompas.com - 29/08/2013, 16:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kemeja kotak-kotak) mengikuti kampanye calon gubernur Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono di Pasar Sayur Magetan, Minggu (18/8/2013). SURYA/DONI PRASETYOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kemeja kotak-kotak) mengikuti kampanye calon gubernur Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono di Pasar Sayur Magetan, Minggu (18/8/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil penghitungan cepat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan, pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) menang satu putaran dengan perolehan suara 47,91 persen. Hal itu membuktikan pengaruh sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi tidak mampu membuat pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Bambang DH-Said Abdullah, menang di Jatim.

Jokowi effect yang sering kali muncul dalam wacana media dan elite yang mengatakan Jokowi berpengaruh dalam pilkada tidak terbukti benar. Pengaruh Jokowi sangat rendah, terbukti perolehan suara Bambang DH hanya di bawah 40 persen,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam paparan media hasil hitung cepat Pilkada Jatim, Kamis (29/8/2013) di kantor LSI, Jakarta.

Dalam penghitungan cepat yang dilakukan LSI atas 350 TPS yang tersebar di seluruh wilayah di Jatim, pasangan nomor urut 3 itu hanya memperoleh suara 11,05 persen. Perolehan sampel suara itu bahkan terpaut jauh dari yang diperoleh pasangan nomor urut 4, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah). Khofifah-Herman memperoleh suara 37,76 persen.

Adjie mengungkapkan, Gubernur DKI Jakarta itu tidak mampu membantu pasangan Bambang-Said merebut suara pemilih di Jatim karena tiga alasan. Faktor tersebut, katanya, adalah pasangan yang didukung PDI Perjuangan itu tidak populer.

“Figur Bambang-Said Figur tidak cukup kuat mengimbangi pasangan KaRsa dan figur Khofifah. Hanya 40 persen pemilih yang mengaku kenal Bambang-Said,” tutur Adjie.

Selain itu, menurut Adjie, faktor lainnya adalah karena pendukung PDI Perjuangan tidak solid dalam memberikan suaranya kepada pasangan Bambang-Said.

“Hanya 18 persen pendukung PDI Perjuangan yang mendukung Bambang-Said, 50 persennya bahkan memilih KarSa,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktor terakhir, lanjut Adjie, bahkan pasangan KarSa merebut suara pemilih nasional di basis wilayah Mataraman. Padahal, wilayah Mataraman merupakan basis PDI Perjuangan. Yang dimaksud wilayah Mataraman adalah daerah yang masih berbasis nasionalis yang meliputi Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.