Kompas.com - 28/08/2013, 20:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 21 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau. AP PHOTO / RONY MUHARMANPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 21 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau.
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau masih belum mampu diatasi. Sampai hari Rabu (28/8/2013), titik panas yang terpantau lewat satelit Terra/Aqua justru bertambah menjadi 312 dari sehari sebelumnya 297 titik.

”Meski demikian, pagi ini ketebalan asap jauh berkurang dibandingkan kemarin. Hari Selasa pukul 8.00 jarak pandang memburuk sampai 400 meter, tetapi hari Rabu pagi ini sudah mencapai 1.200 meter. Namun, masih ada penundaan keberangkatan dan pengalihan pendaratan pesawat,” papar Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Noerjadin Pekanbaru Kolonel Andyawan yang dihubungi pada Rabu pagi.

Menurut Andyawan, proses pemadaman lewat udara sudah dilakukan sejak kemarin dengan menerjunkan dua helikopter jenis Sikorsky dan Bolco.

Hari Selasa, kedua helikopter itu melakukan penyiraman air sebanyak 120 kali di wilayah terparah kebakaran di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

”Kemarin, penyiraman baru dapat dilakukan setelah pukul 11 ketika jarak pandang mulai membaik di atas 1.000 meter. Hari ini, kami sudah dapat memulai penyiraman lebih cepat pada pukul 9.00. Kami berharap areal pemadaman bakal berlangsung lebih luas. Kami menargetkan hari ini dapat melakukan penyiraman sebanyak 150 kali. Posisi pemadaman tetap difokuskan di Pelalawan karena asapnya mengarah ke Pekanbaru dan mengganggu penerbangan,” tutur Andyawan.

Helikopter jenis Bolco mampu menyiramkan air 500 liter dalam satu kali penyiraman. Adapun Sikorsky yang berbadan lebih besar dapat membawa air sebanyak 3.500 liter sekali terbang.
Riau terbanyak

Secara terpisah, anggota Staf Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, Sanya Gautami, mengungkapkan, Selasa kemarin terjadi peningkatan jumlah titik api di wilayah Sumatera. Titik api terbesar berada di wilayah Riau, sejumlah 312 titik, sementara di wilayah sembilan provinsi lainnya hanya 31 titik.

Wilayah kebakaran terparah di Riau berada di Kabupaten Pelalawan dengan 174 titik. Di lokasi lain, api juga sudah membara di daerah langganan asap sepanjang tahun, Kabupaten Bengkalis, dengan 43 titik api.

Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Hasnan mengatakan, jarak pandang pada pukul 6 sampai menjelang pukul 8 masih berada di bawah angka 1.000 meter. Empat penerbangan menunda keberangkatan dari Pekanbaru, sementara dua pesawat lainnya terpaksa dialihkan ke bandara lain.

”Pesawat Silk Air dari Singapura tidak dapat mendarat dan kembali lagi ke Singapura. Pesawat lainnya, Mandala dari Jakarta, dialihkan menuju Kuala Namu di Medan,” kata Hasnan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.