Cuaca Buruk, Pencarian 1 Korban Kapal Karam Dihentikan

Kompas.com - 28/08/2013, 16:26 WIB
Kepala SAR Ambon, Suhri Sinagasaat berada  di Kantor Desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Sabtu (24/8/2013) KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYKepala SAR Ambon, Suhri Sinagasaat berada di Kantor Desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Sabtu (24/8/2013)
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Tim Search and Rescue (SAR) mengehentikan upaya pencarian terhadap satu korban kapal motor Sandar Jadi, Arlan Bling (22) yang dinyatakan hilang sejak kapal yang ditumpanginya tenggelam pada Sabtu (24/8/2013) lalu. Alasannya cuaca buruk dan gelombang tinggi terus terjadi di sekitar lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut.

"Hari ini kita telah menghentikan pencarian korban, karena cuaca laut yang sangat buruk," kata Kepala Kantor SAR Ambon, Suhri Sinaga kepada Kompas.com, Rabu (28/8/2013) sore.

Menurutnya, setelah dicari sejak Sabtu lalu, jenazah korban tidak juga ditemukan. Tim SAR pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian. Keputusan upaya penghentian pencarian ini selanjutnya akan disampaikan kepada keluarga korban melalui Kepala Desa Alang yang bersama warganya ikut membantu pencarian.

"Kemungkinan menemukan korban sangat kecil karena cuaca laut yang sangat buruk, dan gelombang yang sangat tinggi, setelah dihentikan, kepala desa nanti yang akan memberitahukan kepada keluarga korban," ujar Suhri.

Dikatakan, saat kapal tenggelam, Tim SAR mengerahkan satu buah kapal Rescue Boat 206 dan sebuah skoci untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi para korban. "Saya bersyukur dan berterima kasih kepada warga Alang karena telah membantu tugas kami selama ini," ucapnya.

Kepala Desa Alang Jhon Patty melalui telepon selulernya kepada Kompas.com membenarkan Tim SAR telah menghentikan pencarian terhadap korban Arlan Bling. "Sejak hari ini tim SAR dan warga Desa Alang telah menghentikan upaya pencarian," katanya.

Kapal Sandar Jadi tenggelam di perairan Tanjung Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (24/8/2013) lalu. Akibat musibah itu, nakhoda kapal dan tiga penumpang lainnya dinyatakan meninggal dunia serta seorang penumpang lain hingga kini masih hilang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X