Kompas.com - 28/08/2013, 14:57 WIB
Ratusan warga dan pegawai negeri sipil non-job di Kabupaten Kolaka, Sulawasi Tenggara, berunjuk rasa di kantor bupati, Rabu (28/8/2013). KOMPAS.com/ SUPARMAN SULTANRatusan warga dan pegawai negeri sipil non-job di Kabupaten Kolaka, Sulawasi Tenggara, berunjuk rasa di kantor bupati, Rabu (28/8/2013).
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com - Ratusan orang, yang terdiri dari warga dan pegawai negeri sipil (PNS) yang kini nonjob di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, turun ke jalan untuk memprotes mutasi yang dilakukan Plt Bupati Amir Sahaka, Rabu (28/8/2013).

Dalam aksinya para pedemo membakar ban bekas dan poster bergambar Plt Bupati Kolaka, Amir Sahaka. Tidak berhenti di situ, mereka kemudian melempari kantor bupati dengan telur busuk.

Setelah melalui negosiasi, para pedemo diizinkan masuk ke kantor Bupati Kolaka, namun ketegangan kembali terjadi karena Amir Sahaka ternyata tidak berada di tempat. Salah seorang pengunjuk rasa, Musdalim Zakkir, mengatakan dengan nada keras bahwa Plt Bupati Kolaka harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi akibat kebijakan mutasi yang diambilnya.

“Saat ini kami memiliki dua lurah, camat dan kepala dinas. Semuanya mengklaim sah dan sebagai pejabat. Ingat dengan surat rahasia Mendagri yang beernomor X.700/105/SJ, bahwa segala proses mutasi dianggap tidak sah dan harus ditinjau kembali atau membatalkan. Ini Plt Bupati jangan adu domba orang di bawahnya,” katanya.

Mereka makin kecewa karena hanya ditemui Asisten II Pemda Kolaka, Samsul Bahri Madjid yang juga tidak bisa memberi penjelasan terkait sikap Pemda Kolaka soal surat Menteri Dalam Negeri.

“Ini bahaya kalau didiamkan. Pemda kan sudah konsultasi kepada pihak Mendagri, kami mau dengar apa penjelasan dari Jakarta itu. Saya juga sudah konsultasi kesana dan semua nyatakan ini tidak benar. Yang dilakukan oleh plt Bupati itu illegal dan melanggar aturan,” tegasnya.

Para pengunjuk rasa mengancam akan terus menguasai kantor pemda sampai Plt Bupati mau menemui dan menjelaskan masalah tersebut. 

Seperti diberitakan, Plt Bupati Kolaka Amir Sahaka telah memutasi dan menonjobkan sekitar 200 pejabat Kolaka. Masalah ini berkembang ketika datang surat dari Menteri Dalam Negeri yang menyatakan bahwa seluruh mutasi itu tidak sah dan harus ditinjau kembali atau dibatalkan. Surat bersifat rahasia itu ternyata bocor ke publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.