Terhalang Asap di Pekanbaru, Silk Air Kembali ke Singapura

Kompas.com - 28/08/2013, 10:52 WIB
Seorang pria beristirahat di Singapore Central Business District yang tengah diselimuti kabut asap, 20 Juni 2013.  Kabut asap berasal dari kebakaran hutan di Sumatera, Indonesia. AP PHOTO / JOSEPH NAIRSeorang pria beristirahat di Singapore Central Business District yang tengah diselimuti kabut asap, 20 Juni 2013. Kabut asap berasal dari kebakaran hutan di Sumatera, Indonesia.
EditorGlori K. Wadrianto
PEKANBARU, KOMPAS.com - Pesawat Silk Air rute Singapura ke Kota Pekanbaru, Riau, balik arah kembali ke Singapura akibat pekatnya asap sisa kebakaran, sehingga jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II menurun drastis, Rabu (28/8/2013) pagi.

Airport Duty Manager SSK II Baiquni mengatakan, pesawat Silk Air seharusnya mendarat sesuai jadwal di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB. Namun, pilot pesawat melaporkan kondisi jarak pandang dari udara tidak memungkinkan untuk mendarat, sehingga memutuskan untuk "return to base" (RTB) ke Singapura.

"Seharusnya pesawat mendarat jam tujuh pagi, tapi jarak pandang hanya 300 meter jadi pilot putuskan RTB," ujarnya.

Baiquni mengatakan, jarak pandang di Bandara SSK II memang cukup parah pada pagi hanya 300 meter, namun berangsur membaik jelang siang ini mencapai sekitar 800 meter. "Kabut asap memang sudah mengganggu aktivitas penerbangan selama dua hari terakhir," katanya.

Baiquni mengatakan, penerbangan domestik juga mengalami keterlambatan akibat asap pekat. Hingga pukul 09.00 WIB, lanjutnya, masih ada penerbangan yang terpaksa dialihkan untuk rute Jakarta-Pekanbaru, yakni pesawat Garuda Indonesia, Lion Air dan Mandala.

"Penerbangan dialihkan ke Bandara Kuala Namu, Medan. Sedangkan keberangkatan dari Pekanbaru juga terpaksa ditunda karena masih menunggu pesawat untuk tiba," katanya.

Meski begitu, ia mengatakan penerbangan domestik mulai normal seperti pesawat Air Asia dari Medan sudah bisa mendarat di Pekanbaru. "Kami mengupayakan tidak ada penumpukan penumpang di ruang tunggu," ujarnya.

Saat ini, banyak calon penumpang di ruang tunggu dan petugas terpaksa mengenakan masker akibat asap dinilai mengganggu kesehatan. "Kondisi asap ini sudah tidak sehat dan berdampak pada aktivitas kita. Seharusnya pemerintah daerah lebih cepat bekerja menanggulangi masalah asap ini tapi kenyataannya selalu berulang-ulang," kata Irwan (26), calon penumpang tujuan Jakarta.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X