Kompas.com - 27/08/2013, 17:28 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013).
|
EditorKistyarini

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Sejumlah pengusaha tempe dan tahu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa mengurangi produksi hingga 50 persen dan merumahkan karyawan untuk menyiasati tingginya ongkos produksi akibat kenaikan harga kedelai.

Menurut Tatang, seorang pengusaha tahu dan tempe di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, usahanya tidak seramai sebulan lalu. Sejak harga kedelai merangkak naik, dari Rp 6.800 hingga menjadi Rp 7.500 dan Rp 9.500 per kilogram saat ini, usaha yang dirintisnya sejak belasan tahun lalu kini menjadi lebih sepi.

Tatang mengaku, pada saat normal dia mempekerjakan empat karyawan, ditambah dengan tiga anggota keluarganya. Kini, dia hanya dibantu satu karyawan yang bekerja dari pagi hingga sore.

“Kalau sampai sebulan harga kedelai tak segera stabil, akan banyak pengusaha lain yang tiarap alias gulung tikar,” ujar Tatang. Dia khawatir, jika kondisinya tetap seperti saat ini, usaha yang telah dijalaninya selama belasan tahun itu hanya bisa bertahan sebulan ke depan.

Sebelum harga kedelai melonjak, dalam sehari dia bisa mengolah lebih dari 100 kilogram untuk satu unit produksi. Kini dia memangkasnya menjadi 50 kilogram saja. Menurut Tatang, pedagang tempe dan tahu yang menjadi pelanggannya kini berkurang karena harga eceran tempe tidak lagi menjanjikan.

Sejumlah pengusaha lain juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka tetap berproduksi, meskipun jumlahnya berkurang banyak, hanya untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah terjalin lama. "Membangun jaringan dan mencari pelanggan demi mengembangkan usaha tahu dan tempe itu bukan pekerjaan ringan," kata Tatang.

Tatang dan kawan-kawan hanya bisa berharap pemerintah bisa segera mengendalikan harga kedelai yang terus melambung. "Supaya usaha kami tidak gulung tikar," ujar Tatang mewakili rekan-rekannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X