Kompas.com - 27/08/2013, 09:11 WIB
Salah satu rumah di Dusun Ponalan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang yang menjadi sasaran massa. Kaca jendela rumah tampak pecah akibat dilempari batu, Minggu (25/8/2013).
KOMPAS.com/IKA FITRIANASalah satu rumah di Dusun Ponalan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang yang menjadi sasaran massa. Kaca jendela rumah tampak pecah akibat dilempari batu, Minggu (25/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com - Sebagian warga Dusun Ponalan, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, memilih untuk mengungsi pascainsiden penusukan Gustian Sigit Prasetyo (19), Sabtu malam lalu.

Warga yang mengungsi kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak. Mereka sementara tinggal di rumah saudara mereka seperti di Kecamatan Mungkid, Sawangan dan bahkan Purwokerto.

Dwi Purwanto, salah satu warga Ponalan menuturkan, warga memilih mengungsi karena ketakutan jika ada serangan susulan. "Warga khawatir kalau ada serangan massa lagi, jadi lebih baik mengungsi saja," tutur Dwi, Senin (26/8/2013) kemarin.

Demi antispasi kejadian itu, warga pun menutup jalan akses masuk Dusun Ponalan. Tidak hanya itu, warga Dusun lain yang berbatasan dengan Dusun Ponalan, tampak memasang tulisan bertuliskan nama dusun masing-masing di depan rumah, seperti "Dusun Jumbleng" dan "Dusun Bakalan".

"Warga memasang tulisan itu biar massa tidak salah sasaran. Karena massa yang datang merusak rumah warga Ponalan," ujar Dwi.

Sebelumnya dikabarkan sedikitnya tujuh rumah, satu bangungan poskamling dan satu gerobag bakso milik warga dilempari batu oleh ratusan massa. Hingga Senin malam, kondisi dusun tersebut masih sepi, tidak ada aktivitas warga sebagaimana mestinya.

Selain menungsi, sebagian mereka juga memilih untuk berada di dalam rumah, bahkan untuk keluar bekerja pun mereka masih ketakutan. Untuk mengantisipasi serangan massa, polisi pun masih berjaga-jaga di sekitar Dusun Ponalan.

"Kami berharap kedua pihak segera didamaikan agar tidak berkepanjangan. Apalagi tidak semua warga Ponalan ikut terlibat dalam penusukan tersebut," kata Suwarjo, warga Dusun Jumbleng yang bersebelahan dengan Dusun Ponalan.

Perusakan massa itu memang disinyalisasi sebagai aksi balas dendam atas tewasnya Gustian, yang adalah warga Ponggol Tamanagung Muntilan, karena ditusuk oleh Arif (22), warga Ponalan Tamanagung Muntilan.

Peristiwa itu terjadi saat keduanya menghadiri acara Halal bihalal dan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Dusun Ponalan, Sabtu lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.