KPK Periksa Wawali Bandung soal Pertemuan Membahas Suap Hakim

Kompas.com - 26/08/2013, 22:41 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda meninjau lokasi kebakaran di Pasar Gedebagar, Bandung, Jumat (16/9/2011). Kepada pengelola pasar, dia minta supaya para pedagang korban kebakaran segera direlokasi. KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOWakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda meninjau lokasi kebakaran di Pasar Gedebagar, Bandung, Jumat (16/9/2011). Kepada pengelola pasar, dia minta supaya para pedagang korban kebakaran segera direlokasi.
Penulis Icha Rastika
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menggali informasi soal dugaan adanya pertemuan khusus Wali Kota Bandung Dada Rosada yang membahas rencana pemberian suap kepada hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono, terkait penanganan kasus korupsi bantuan sosial Pemkot Bandung. Pertanyaan soal dugaan pertemuan ini dikonfirmasikan penyidik KPK kepada Wakil Wali (Wawali) Kota Bandung Ayi Vivananda dalam pemeriksaan, Senin (26/8/2013).

"(Ditanya) mengenai Hakim, apakah saya mengenal Hakim, Wali Kota, Pak Sekda. Tentu saja saya mengenal; dan ditanya apakah ada pertemuan khusus yang membahas penanganan kasus korupsi, saya bilang, tidak ada," ungkap Ayi seusai diperiksa KPK sebagai saksi bagi tersangka Dada Rosada.

Lebih jauh Ayi mengaku tidak tahu soal pertemuan yang membahas mengenai rencana penyuapan. "Jadi intinya saya tidak tahu soal pertemuan yang membahas soal penyuapan. Saya tahu setelah ada kabar penangkapan hakim oleh KPK," kata Ayi lagi.

Ayi mengaku tidak pernah ikut dalam pembahasan itu dan tidak pernah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Mengenai kedekatan Dada dengan Toto Hutagalung, Ayi mengakui kalau Ketua Organisasi Masyarakat Gasibu Padjajaran itu pernah bertandang ke rumah dinas (pendapa) Dada Rosada. "Ya, pasti pernah dong. Sebagai ketua ormas, pernah," ucapnya.

KPK menetapkan Dada Rosada sebagai tersangka atas dugaan menyuap Hakim Setyabudi Tejocahyono. Dada diduga menyuap Setyabudi bersama-sama mantan Sekda Bandung Edi Siswadi, Toto, pejabat Pemkot Bandung Herry Nurhayat, dan pria bernama Asep Triana yang diduga sebagai suruhan Toto. Diduga, uang yang digunakan untuk menyuap Setyabudi berasal dari patungan para kepala dinas, pinjaman pihak ketiga, dan dana bantuan sosial (bansos) yang sudah cair.

Saat ditanya apakah ada perintah Dada untuk mengumpulkan uang dari kepala dinas untuk diserahkan kepada Setyabudi, Ayi mengaku baru tahu informasi itu setelah penangkapan Setyabudi. "Ya, saya tahunya setelah ada hakim yang ditangkap," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.