Kompas.com - 26/08/2013, 21:28 WIB
Puluhan Warga Eks Timtim, Saat Berdialog Dengan Kejari Kefamenanu dan Jajarannya, Senin (26/8/2013). Kompas.com/Sigiranus Marutho BerePuluhan Warga Eks Timtim, Saat Berdialog Dengan Kejari Kefamenanu dan Jajarannya, Senin (26/8/2013).

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sebanyak 25 orang warga eks Timor Timur (Timtim) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kefamenanu dan melaporkan penyelewengan bantuan rumah dari direktif presiden khusus untuk warga eks Timtim.

Warga diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu (Kejari) Dedie Tri Haryadi yang didampingi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Franky Radja, Kepala Seksi Intelijen Yance Edly Wattimena dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Dany Agusta Salmun, di ruang aula kejaksaan Negeri, Senin (26/8/2013).

Dalam dialog dengan Kejari kefamenanu, warga meminta agar laporan mereka tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan lantaran warga merasa hak mereka telah dipermainkan.

Bonefasio Bobo, warga Desa Napan, Bikomi Utara, mengatakan, pada tahun 2011, warga eks Timtim di wilayahnya mendapat jatah 50 unit rumah bantuan direktif presiden. Sebanyak 15 unit sudah rampung, sementara 35 unit lainnya hingga kini belum juga selesai dibangun.

"Sebagiannya hanya fondasi saja dan sebagiannya lagi tidak dibangun sama sekali,” ungkap Bonefasio Bobo.

Menurut Bobo, semua rumah bantuan itu sepenuhnya dikerjakan oleh suplier (kontraktor lokal) yang terkesan membebani warga. “Kami sering mendapat beban dari para suplier itu sehingga kami terpaksa ingin menjual fondasi yang sudah dibuat sejak tahun 2011 karena mempersempit pekarangan rumah kami,” keluh Bobo.

“Yang kami tahu bahwa laporan dari pengurus di kabupaten ke pusat bahwa semua bantuan perumahan direktif presiden untuk warga eks Timtim di Kabupaten TTU ini sudah 100 persen,” sambung Bobo.

Hal yang sama juga disampaikan Lukas Niti, warga Kelurahan Hunusu C, Kecamatan Insana Utara yang mengatakan pembangunan rumah bantuan itu tersendat-sendat.

“Sejak 2012 sampai 2013 bahan bahan material seperti semen 40 sak, besi beton dan besi siku sudah ada, tapi dibiarkan begitu saja oleh kontraktor, sehingga kami yang mendapat bantuan terpaksa bekerja sendiri. Bagaimana rumah dengan ukuran 6 X 7 kita buatkan permanen dengan material yang terbatas seperti itu,” keluh Lukas.

“Karena itu kami minta tolong kepada Bapak Kejari dan jajarannya untuk bisa menindaklanjuti laporan kami ini,” pinta Lukas.

Terkait laporan itu, Kejari Kefamenanu Dedie Tri Haryadi mengatakan akan memintai keterangan dari warga yang melapor dengan menunjukan bukti-bukti dan data yang ada.

“Kami akan tindaklanjuti secara profesional dan proporsional laporan ini, dan dalam perkara penuntasan kasus korupsi ini, kami tidak akan diintervensi oleh pihak manapun, dan tentunya juga dalam proses penegakan hukum kita juga tidak mau menzolimi orang, tetapi kita akan kerja dengan hati nurani,” beber Dedie.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.