Keluarga Sisca Masih Tolak Hasil Rekonstruksi

Kompas.com - 26/08/2013, 12:48 WIB
Proses rekontsruksi kasus pembunuhan Sisca di kawasan Cipedes, Bandung, Kamis (22/8/2013). KOMPAS.com/ Putra Prima PerdanaProses rekontsruksi kasus pembunuhan Sisca di kawasan Cipedes, Bandung, Kamis (22/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Mohammad Tohir, juru bicara sekaligus kuasa hukum keluarga Franciesca Yofie —korban pembunuhan di Cipedes, Bandung, Senin 5 Agustus 2013— mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga belum bisa menerima adegan-adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi penjambretan berujung maut itu.

Menurut Tohir, masih banyak kejanggalan yang perlu dipertanyakan kepada pihak Kepolisian. "Intinya kami belum bisa terima semua rekonstruksi," kata Tohir saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/8/2013).

Tohir mengaku akan mengajukan beberapa masukan kepada pihak kepolisian terkait kejanggalan yang dilakukan dalam rekonstruksi. "Apakah mungkin dari sudut seperti itu bisa sampai ke belakang? Apa mungkin rambut pendek bisa keseret sejauh itu?" ujarnya.

Selain itu, masukan-masukan tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan kepolisian sebelum melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan. "Itu kan perlu diuji di pengadilan. Hakim tidak mungkin menerima begitu saja," sambungnya.

"Tentu BAP yang telah dibuat sebelum ke pengadilan masih bisa dipertanyakan lagi. Kita juga masih menghormati praduga tak bersalah," tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X