Cuaca Buruk di Laut Jawa, Pelayaran di Tanjung Mas Terhenti

Kompas.com - 25/08/2013, 19:09 WIB
Ratusan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, harus menunggu, karena kapal harus ditunda keberangkatannya, Minggu (25/8/2013). KOMPAS/ AMANDA PUTRI NUGRAHAWATIRatusan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, harus menunggu, karena kapal harus ditunda keberangkatannya, Minggu (25/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com - Terjadi gelombang tinggi di perairan Laut Jawa sejak Jumat (23/8/2013) lalu. Akibatnya, ratusan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, harus menunggu, karena kapal harus ditunda keberangkatannya.

Minggu (25/8/2013), di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sedikitnya 100 calon penumpang masih menunggu di halaman terminal.

Nur Rohman (23), beserta orangtua dan adik-adiknya adalah sebagian calon penumpang yang sudah berada di pelabuhan sejak Jumat lalu. Mereka hendak kembali ke Kumai, Kalimantan Tengah dari Wonosobo, Jawa Tengah.

Seharusnya, kapal yang akan mereka tumpangi, KM Egon, berangkat pada Jumat pukul 06.00WIB. Tetapi, ternyata kapal batal diberangkatkan karena gelombang tinggi, dan ditunda hingga Selasa (27/8/2013) mendatang.


"Daripada kami kembali ke Wonosobo, lebih baik menunggu di sini. Biaya untuk kembali dengan tinggal di sini sama saja. Memang jadi harus keluar uang lebih banyak, tetapi mau bagaimana lagi," ujar Nur Rohman.

Mahrom (38), pengemudi truk dari Jakarta yang hendak berangkat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga harus menunggu hingga Selasa mendatang. Dia mengangkut barang proyek batubara yang seharusnya sudah berangkat Minggu pagi dari Semarang.

Belasan truk lain nampak menunggu di tepi jalan pelabuhan dekat pintu masuk terminal penumpang. Kapal-kapal rakyat juga nampak menumpuk di dermaga. Barang-barang terlihat sudah dikemasi dan ditutup terpal, siap untuk diberangkatkan. Namun kapal-kapal itu harus menunggu hingga cuaca mereda.

Mahmud (45), seorang kru KM Dewi Sejahtera yang mengangkut bahan pokok ke Banjarmasin, mengatakan, kapalnya seharusnya sudah diberangkatkan sejak Jumat lalu. Dia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kapal baru bisa diberangkatkan sekitar tanggal 30 Agustus.

Terpisah, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Emas Semarang, Karolus Sengadji, mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi ramalan cuaca dari Badan Meteorologi Dan Geofisika bahwa tinggi gelombang di perairan Laut Jawa mencapai 3-5 meter sejak Jumat lalu hingga Selasa depan.

Karena itu, Adpel membatalkan izin berlayar kapal-kapal berukuran kecil seperti kapal rakyat dan kapal roro. "Kalau berdasarkan ramalan, Selasa seharusnya kondisi sudah aman untuk kapal kecil melaut. Namun kami terus memantau perkembangan cuaca," ujar Karolus. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X