Polisi Amankan Tiga Kardus Peluru dari Rumah di Cicendo

Kompas.com - 25/08/2013, 17:02 WIB
Ketua  RT 01 RW 06 Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung, Tri Prasetyo Saptono menunjukkan Kartu Keluarga milik Aris Widagdo yang diduga adalah salah satu anggota teroris, Minggu (25/8/2013) KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaKetua RT 01 RW 06 Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung, Tri Prasetyo Saptono menunjukkan Kartu Keluarga milik Aris Widagdo yang diduga adalah salah satu anggota teroris, Minggu (25/8/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi mengamankan tiga buah kardus berisi peluru senjata api dari sebuah rumah di Gang Soleh Timur Nomor 312/66, Jalan Semar RT 01 RW 06, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Menurut keterangan dari Ketua RT 01 Tri Prasetyo Saptono, rumah tersebut disewa oleh Aris Widagdo (45) sekitar dua bulan lalu.

Amunisi tersebut dibawa oleh dua orang polisi yang mengaku anggota dari Polda Metro Jaya, sekitar pukul 18.30 WIB Sabtu, (24/8/2013) kemarin.

"Kata polisinya, orangnya ditangkapnya tidak di sini. Mereka cuma ambil barang berupa peluru," kata Tri saat ditemui di kediamannya, Minggu (25/8/2013).

Lebih lanjut, Tri menjelaskan, Aris Widagdo adalah warga baru yang baru pindah dari Duren Sawit, Jakarta Timur. Di Bandung, kata dia, Aris yang mengaku akan menyekolahkan dua anaknya di SMA 6 dan SDN Pasir Kaliki bekerja sebagai salah satu pegawai di sebuah perusahaan swasta.

Selain itu, dari Kartu Keluarga (KK) yang ditunjukkan oleh Tri, Aris Widagdo diketahui lahir di Semarang 23 Maret 1968. "Di sini dia tinggal sama istri dan dua anak. Katanya sih, pindah ke sini mau nyekolahin anak," sambungnya.

"Polisi cuma nanyain kebenaran. 'Apakah warga ini warga bapak. Coba bapak lihat barang buktinya'. Saya lihat ada (peluru)," kata Tri menirukan kata-kata anggota Polda Metro Jaya.

Selama dua bulan menempati rumah berpagar hijau itu, lanjut Tri, Aris Widagdo dan keluarga dikenal sebagai keluarga yang tertutup dan kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. "sekeluarga memang tidak pernah berbaur dengan masyarakat. Saya saja baru dua kali bertemu. Sekali waktu lapor satu lagi kemarin lebaran," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, rumah kontrakan Aris Widagdo berpagar hijau itu terlihat sepi. Tidak ada tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan, hanya ada dua sangkar burung yang menggelantung.

Ditemui terpisah, Kepala Polsek Cicendo Komisaris Kokon yang didampingi Pengawas Perwira Iptu Nurindah membenarkan pengambilan peluru senjata api dari rumah kontrakan Aris Widagdo oleh anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Untuk saat ini sedang dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. "Memang benar, tapi itu dari Polda Metro Jaya dan sekarang sedang proses penyelidikan. Katanya itu pengembangan dari kasus Taman Mini," terang Tri.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah Aris merupakan salah seorang anggota terduga teroris atau bukan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X