Mahasiswa Asal Sulsel di Mesir Minta Dievakuasi

Kompas.com - 24/08/2013, 09:04 WIB
Tentara Mesir berjaga di Rafah, perbatasan dengan Jalur Gaza, Semenanjung Sinai. Kondisi keamanan di kawasan ini memburuk sejak penggulingan Muhammad Mursi pada 3 Juli lalu. AP PhotoTentara Mesir berjaga di Rafah, perbatasan dengan Jalur Gaza, Semenanjung Sinai. Kondisi keamanan di kawasan ini memburuk sejak penggulingan Muhammad Mursi pada 3 Juli lalu.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Memanasnya situasi politik di Mesir membuat mahasiswa asal Sulawesi Selatan merasa terancam. Bahkan, para mahasiswa ini meminta Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi mereka.

"Kami selalu berharap agar pemerintah segera mengevakuasi kami, mengingat kondisi psikologi teman-teman mahasiswa lainnya, terutama perempuan," jelas seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Aris Amir, melalui percakapan di Facebook, Sabtu (24/8/2013).

Mahasiswa asal Kabupaten Soppeng itu mengaku, pihak kedutaan hanya melakukan pendataan tanpa memberitahukan jadwal evakuasi mereka, apalagi menurutnya situasi di Mesir dinilai cukup rawan untuk tetap bertahan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengutarakan, mahasiswa asal Sulawesi Selatan saat ini telah dievakuasi ke tempat yang aman. Bahkan, saat ini situasi di Mesir tidak terlalu bergejolak ketimbang hari-hari sebelumnya.

"Saya pasti terus memantau perkembangan di Mesir, kalaupun situasi di sana semakin mencekam, maka saya sendiri akan mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi mahasiswa di sana," ungkapnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X