Disayangkan, BKSDA Aceh Serahkan Orangutan Sitaan ke Kebun Binatang

Kompas.com - 23/08/2013, 20:48 WIB
Induk dan anak orangutan ini berkeliaran di area kebun warga di Kampung Selok Bugis, Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (7/2/2013). Ini bisa memicu potensi konflik dengan warga karena satwa eksotis itu memakan buah dari pohon milik warga, dan area jelajahnya pun makin mendekati rumah-rumah.

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYAInduk dan anak orangutan ini berkeliaran di area kebun warga di Kampung Selok Bugis, Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (7/2/2013). Ini bisa memicu potensi konflik dengan warga karena satwa eksotis itu memakan buah dari pohon milik warga, dan area jelajahnya pun makin mendekati rumah-rumah.
|
EditorKistyarini

MEDAN, KOMPAS.com - Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) dan Forum Orangutan Aceh (FORA) menyayangkan keputusan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh yang memberikan dua orangutan hasil sitaan kepada Kebun Binatang Medan.

Kedua orangutan tersebut sebelumnya dipelihara secara ilegal oleh oknum perwira polisi di Polres Aceh Tamiang dan seorang warga di Aceh Selatan. BKSDA Aceh menyita kedua orangutan, namun tidak mengirimkannya ke karantina orangutan yang dikelola Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) untuk dilepasliarkan ke situs reintroduksi orangutan di hutan Cagar Alam Jantho, Aceh Besar.

Ketua FOKUS Panut Hadisiswoyo, menyatakan BKSDA Aceh semestinya memahami bahwa populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) dalam keadaan sangat terancam punah akibat maraknya perburuan liar dan hilangnya habitat alam mereka untuk dijadikan lahan perkebunan.

"Kedua orangutan tersebut saat disita dalam kondisi sehat dan sangat memungkinkan untuk dilepasliarkan di habitat alam yang lebih aman dan memiliki daya dukung yang cukup untuk menjamin keberlangsungan populasi orangutan lainnya di alam liar," kata Panut, Jumat (23/8/2013).

Dia menyatakan, fakta ini semakin menimbulkan keprihatinan terhadap komitmen pemerintah pada upaya konservasi keanekaragaman hayati dilindungi di Indonesia.

Keputusan BKSDA Aceh memberikan orangutan hasil sitaan diduga karena adanya permintaan dari pihak Kebun Binatang Medan. Hal ini, lanjut Panut, bertentangan dengan mandat Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 53/Menhut-IV/2007.

Dalam Peraturan Menteri itu direkomendasikan bahwa pilihan terbaik terhadap orangutan hasil penyitaan yaitu mengembalikan orangutan ke habitat alaminya setelah melalui proses rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik dan tingkah lakunya.

"Selain itu, pihak BKSDA Aceh tidak melakukan penindakan hukum terhadap pemilik orangutan yang dipelihara ilegal di Aceh," tegasnya.

Padahal menurutnya, jelas dituangkan dalam Undang-Undang no 41 tahun 1999 tentang Kehutanan yang memberi ancaman hukuman pidana bagi pelaku kejahatan kehutanan adalah hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Sedangkan Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya memberi ancaman hukuman maksimal 5 tahun denda Rp 100 juta rupiah bagi pelaku kejahatan konservasi yang mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Sementara itu Ketua FORA Badrul Irfan, menyatakan bahwa pengiriman dua orangutan ke Kebun Binatang Medan bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Aceh yang pernah melarang pengiriman satwa Aceh keluar Aceh. Apalagi bila hal ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Pemerintah Aceh.

"Kami akan terus berupaya agar para pihak penegak hukum terutama BKSDA Aceh berani bertindak tegas dan dalam waktu dekat kami bersama teman-teman LSM peduli konservasi akan beraudensi dengan gubernur Aceh untuk segera mengambil sikap terhadap hal ini," kata Badrul.

Dia menambahkan masa depan orangutan Sumatera semakin buram akibat lemahnya penegakan hukum dan karut marutnya penerapan perundang-undangan dan peraturan terkait dengan pengelolaan sumber daya alam hayati Indonesia.

Dua lembaga ini meminta Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementrian Kehutanan agar segera mengambil kembali orangutan hasil sitaan dari Kebun Binatang Medan untuk dilepasliarkan ke habitat alam.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X