PAW Anggota DPRD Kediri, Polisi Siagakan "Water Canon"

Kompas.com - 23/08/2013, 20:44 WIB
Suasana pelantikan anggota DPRD Kota Kediri, Jawa Timur melalui PAW di ruang sidang utama gedung parlemen, Jum'at (23/8/2013). Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimSuasana pelantikan anggota DPRD Kota Kediri, Jawa Timur melalui PAW di ruang sidang utama gedung parlemen, Jum'at (23/8/2013).
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com - Meski sempat diprotes keras anggotanya, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri, Jawa Timur, tetap melakukan pergantian tiga orang anggota dewan melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW). Pergantian jabatan tersebut diputuskan melalui rapat paripurna istimewa yang dipimpin langsung Ketua DPRD Wara Reny Pramana. Rapat digelar di ruang rapat utama yang sebelumnya disegel oleh sejumlah anggota dewan yang memprotes.

Tiga anggota dewan yang diganti itu adalah Sunarko, Imam Suhadi, Farid Rizal, ketiganya anggota partai PKNU, kolega ketua DPRD itu sendiri. Sementara penggantinya adalah Abu Bakar, Ibrahim Hafidz dan Sun Fatayati.

"Kami segenap anggota DPRD mengucapkan selamat atas pelantikan ini dan berharap dapat menunaikan tugas dengan baik serta yang paling penting dapat menjaga kesatuan antaranggota legislatif," pesan Wara Reny Pramana kepada ketiga anggota dewan yang baru dilantik itu.

Selama proses pelantikan, gedung DPRD Kediri dijaga ekstra ketat aparat kepolisian yang dibantu personel TNI. Tidak semua orang diperbolehkan memasuki ruangan sidang. Penjagaan ketat itu dilakukan karena sebelumnya terjadi dua aksi, yaitu unjuk rasa meminta Ketua DPRD mundur serta penyegelan ruang sidang oleh anggota dewan sebagai bentuk penolakan PAW.

Sebanyak 400 personel pengamanan gabungan TNI Polri bersenjata gas air mata serta sebuah mobil water canon bersiap siaga untuk menghindari kericuhan yang mungkin timbul.

Sebelum rapat paripurna istimewa itu, suasana kantor parlemen yang terletak di Jalan Mayor Bismo itu memanas. Beberapa anggota dewan yang menolak PAW menduduki ruang sidang tempat pelantikan. Mereka menguasai tempat itu untuk menggagalkan rapat paripurna istimewa.

Beberapa kali upaya mediasi yang dilakukan kepolisian, tidak menemukan hasil hingga kemudian disepakati adanya rapat Badan Musyawarah (Bamus). Namun Bamus gagal karena jumlah peserta rapat tidak memenuhi kuorum. Karena rapat Bamus gagal itulah ketua dewan menggelar rapat paripurna kendati diprotes anggotanya. 

"Kami akan melakukan langkah-langkah pemanggilan untuk mengklarifikasi kepada pelapor (anggota dewan yang menentang PAW) serta kepada pihak terlapor (ketua DPRD)," tegas Tamam Musthofa, Ketua Badan Kehormatan, menyikapi PAW yang dianggap menyalahi prosedur itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X