Jika Terbukti Jadi Calo CPNS, Pegawai Kemenkum HAM Terancam Pecat

Kompas.com - 23/08/2013, 15:50 WIB
Kakak kandung korban penipuan salah satu oknum pegawai Kanwil Dephukam Maluku, Sunardianto memperlihatkan sejumlah bukti perjanjian dan kwitansi setoran kepada wartawan, di Mapolres Ambon, Jumat (23/8/2013). Kompas.com/ Rahman PattyKakak kandung korban penipuan salah satu oknum pegawai Kanwil Dephukam Maluku, Sunardianto memperlihatkan sejumlah bukti perjanjian dan kwitansi setoran kepada wartawan, di Mapolres Ambon, Jumat (23/8/2013).
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) Provinsi Maluku, Juliasman Purba menegaskan, jika terbukti pegawainya terlibat menjadi calo PNS dan melakukan penipuan, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berat.

“Saya belum tahu persis masalahnya, tapi kalau memang yang bersangkutan terbukti terlibat, akan diberikan sanksi hingga pemecatan,” kata Juliasman kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2013).

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Provinsi Maluku, Yeseska Tuapetel dilaporkan ke kepolisian karena diduga telah menipu seorang warga, Sumarno (19) dengan janjikan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Kemenkum HAM, Maluku. Yeseska meminta uang Rp 150 juta sebagai syarat meloloskan Sumarno jadi CPNS. Namun Sumarno baru memberi uang muka Rp 55 juta, tetapi janji CPNS tak dipenuhi.

Juliasman mengungkapkan, pihaknya tidak akan menolerir dan melindungi oknum pegawainya yang terlibat praktik calo. Dia juga mengatakan, jika anak buahnya terbukti bersalah, silakan dilaporkan ke polisi.

“Kami tidak akan melindungi jika yang bersangkutan terbukti bersalah melakukan hal itu,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X