Kompas.com - 21/08/2013, 19:33 WIB
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com - Sekitar seratus warga Pulau Bangka, Minahasa Utara menggelar aksi damai di Tugu Boboca, batas Kota Manado, Rabu (21/8/2013) sore hingga malam hari. Beberapa warga yang ikut dalam aksi tersebut terlihat menangis sesenggukan ketika salah satu perwakilan warga memimpin doa.

Aksi yang dinamakan "Save Bangka" tersebut digelar untuk menolak rencana eksplorasi tambang biji besi di pulau yang hanya mempunyai luas 4.800 hektar tersebut.

"Luas tiga desa yang ada di Bangka hanya sekitar 3.000 hektar lebih, sementara yang kami tahu untuk sebuah daerah tambang harus mempunyai luas minimal 5.000 hektar. Jadi jika rencana itu diteruskan kami khawatir pulau Bangka akan benar-benar tenggelam," ujar Daniel Kare (42) warga Desa Lihunu.

Karel mengatakan bahwa mereka yang menolak rencana eksplorasi tambang tersebut akan terus berjuang mempertahankan pulau mereka hingga tetes darah terakhir.

"Kami lahir di situ, buyut kami juga lahir di situ, itu tanah milik kami dan kami tidak sudi dirusak. Apa yang nanti akan kami wariskan buat anak cucu kami," tegas Karel.

Aksi damai yang dikoordinasi oleh beberapa lembaga pemerhati lingkungan tersebut digelar disaat delagasi dari enam negara dan dua negara peninjau, Amerika dan Australia sedang mengadakan pertemuan dalam rangka Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fishers, and Food Security (CTI-CFF) Priority Workshop yang dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 23 Agustus 2013 di Manado.

Aksi yang digelar tepat di jalur jalan yang akan dilalui para delegasi tersebut sontak membuat aparat kepolisian menurunkan personel pengamanan yang cukup banyak. Para aktivis lingkungan ini beranggapan bahwa sejak Manado Ocean Declaration (MOD) dan CTI-CFF ditandatangani pada 2009, banyak kebijakan investasi pemerintah Sulut dan pemerintah Minahasa Utara yang bertolak belakang dengan kesepakatan MOD dan CTI-CFF.

"Pemberian izin tambang bijih besi di Pulau Bangka dikhawatirkan akan memberi dampak kerusakan bagi terumbu karang dan biota laut yang ada di pulau tersebut," tambah Aryati Rahman dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut.

Sambil memanjatkan doa, warga Pulau Bangka yang mengikuti aksi tersebut memasang lilin dan mengenakan baju serba hitam sebagai tanda berduka atas apa yang mereka khawatirkan. Mereka juga menyanyikan lagu Desaku yang Kucinta serta beberapa lagu rohani dan lagu daerah yang mengungkapkan kecintaan mereka terhadap pulau Bangka.

Yull Takaliuang dari Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM) menyatakan, segala upaya menolak rencana eksplorasi tambang tersebut telah mereka lakukan.

"Kami sudah berunjuk rasa, menempuh jalur hukum dan sebagainya. Mungkin tinggal dengan cara berdoa seperti ini pemerintah Provinsi Sulut bisa tergerak hati mereka untuk menghentikan rencana tersebut," ujar Yull.

Selain YSNM dan LMND, aksi "Save Bangka" tersebut juga diikuti oleh Forum Rakyat selamatkan Pulau Bangka, WALHI Sulut, Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (AMMALTA), NSWA, LSM Tunas Hijau dan LBH Manado.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.