Kompas.com - 20/08/2013, 19:03 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

GORONTALO, KOMPAS.com - Aktivis gender di Gorontalo angkat bicara soal usul diadakannya tes keperawanan untuk siswi SMA di Prabumulih, Sumatera Selatan. Direktur Operasional Gender Research Center Indonesia (Gerci) Indri Afriyani Yasin pada Selasa (20/8/13) menyatakan, tes keperawanan merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Jika aturan ini nantinya benar-benar disahkan maka negara bisa dikategorikan melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui aturan-aturan yang dibuatnya," ujar Indri.

Sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang advokasi hak-hak perempuan dan anak di Gorontalo, Gerci mengecam rencana penerapan aturan ini. Menurut Indri, pergaulan bebas memang menjadi masalah bersama untuk ditangani, tapi tes keperawanan tidak bisa menjadi solusi.

Indri berpendapat keperawanan (selaput dara) tidak hanya bisa rusak karena hubungan seksual, tetapi juga bisa karena cedera, kecelakaan, atau perkosaan.

"Bagaimana dengan anak yang menjadi korban perkosaan? Sudah mendapatkan kekerasan fisik dan psikis, hak dasarnya untuk mendapatkan pendidikan pun dilanggar," tukasnya.

Tes keperawanan menurutnya bisa berdampak buruk terutama pada psikologi anak, meskipun hasil tes tersebut tidak dipublikasikan. Indri memberi gambaran, jika seorang anak tidak lulus tes masuk SMA karena nilai akademik yang rendah, orang-orang di sekitar sang anak bisa saja berasumsi lain.

"Orang lain akan berasumsi si anak tidak lulus tes masuk SMA akibat tidak perawan. Padahal dia tidak lulus bukan karena itu. Asumsi-asumsi semacam ini bisa membuat sang anak tertekan secara psikologis sehingga akhirnya membunuh masa depannya," papar Indri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indri menduga, usulan tes keperawanan ini muncul karena perempuan kerap diposisikan sebagai objek, bukan subjek. Perempuan selalu diposisikan sebagai perusak moral, sementara laki-laki bisa bebas dari tanggung jawab.

"Sekarang jika perempuan dites keperawanan, bagaimana dengan laki-lakinya? Apakah mau dites keperjakaannya juga?" tanyanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.