LPA: Jika Tes Keperawanan di Garut, Banyak Anak "Drop Out"

Kompas.com - 20/08/2013, 17:51 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com — Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Nitta K Wijaya menyatakan wacana tes keperawanan bagi siswi SMA tidak perlu dibawa ke Garut karena akan menambah persoalan baru. Pasalnya, kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di Kabupaten Garut cukup tinggi sehingga dipastikan akan makin banyak anak yang kehilangan haknya menuntut pendidikan.

"Soal keperawanan ini sebetulnya amat privasi. Saya rasa (tes itu) tidak sesuai dengan undang-undang pendidikan. Betapa banyak nanti anak yang drop out, karena (di sini) banyak anak korban pelecehan," kata Nitta, Selasa (20/8/2013) sore.

Fakta mengejutkan tentang kasus pelecehan seksual anak di bawah umur dalam kurun Juli-Agustus 2013 yang dilaporkan ke LPA Garut mencapai 58 kasus. Situasi ini, ungkap Nita, menempatkan Garut pada posisi keempat kasus pelecehan anak di antara 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

"Juli hingga medio Agustus ini ada 58 kasus yang masuk. Ditambah semester pertama mencapai 100 kasus. Pada waktu rakor di Bandung kemarin ketahuan kita nomor empat di bawah Depok, Cimahi, dan Bandung," jelasnya.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Bunda Nita ini, wacana tes keperawanan ini akan kontraproduktif dengan program LPA Garut yang getol mengadvokasi para siswi korban pelecehan seksual untuk tetap mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan.

"Bagaimana jika anak hamil? Secara moral bagi sekolah akan sangat memalukan. Justru dalam hal ini kita terus mendorong Dinas Pendidikan agar menjamin keberlangsungan pendidikan para siswi korban pelecehan seksual ini agar bisa sekolah sampai lulus," terangnya.

Meski tidak setuju dengan wacana tes keperawanan ini, pihaknya memaklumi jika wacana itu digulirkan di Prabumulih karena mungkin hal itu muncul dari perasaan frustrasi menghadapi maraknya pergaulan bebas dan seks di luar nikah di tingkat remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin kondisinya (Prabumulih) sudah mengkhawatirkan, tetapi sebetulnya tidak perlu sejauh itu. Tes keperawanan itu diperlukan dari sisi korban pelecehan untuk alat bukti menjerat pelaku, itu baru bisa diterima," jelasnya.

Saat ini, kata Nita, diperlukan kerja sama semua pihak mulai dari institusi pendidikan, ulama, dan orangtua agar perilaku anak tetap pada koridor kesusilaan. Khusus di Garut, LPA saat ini tengah membuat program "Motekar".

"Kita sedang menggalakkan 'motekar' atau motivasi ketahanan keluarga. Yakni program bagaimana menyadarkan orangtua untuk selalu peduli terhadap tumbuh kembang anak. Karena di Garut ini orangtua acuh. Dengan siapa ia bergaul, apa yang dia baca, dan sebagainya. Kita menggandeng dinas pendidikan, kepolisian, dan juga ulama," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.